
Entah kenapa, kejadian sembilan tahun silam itu terus terang di kepalaku. Kamu, kepolosanmu, dan gula kapas ditanganmu. Seakan ini sudah diatur, kebetulan yang telah ditakdirkan. Aku bertemu lagi denganmu, dengan segala perubahan. Kita sama sekali berbeda, tak lagi seperti dulu yang lucu dan lugu. Perpisahan meninggalkan kenangan ... Lalu, sebuah pertemuan yang manis, menyenangkan, tapi singkat. Sama seperti potongan gula kapas yang meleleh dalam mulut.All Rights Reserved
1 part