We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kabut Malam

Kabut Malam

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 4, 2015
WpInfo
Non-Fiction
Ini adalah hidup di mana kau takkan bisa bersembunyi. Kematian akan selalu menghantuimu. Menunjukkan bahwa kau begitu dekat dengannya. Tiap jam, tiap menit, tiap detik kau menghirup napasmu yang terengah-engah. Kau sedang bersembunyi di antara suara-suara mengerikan. Kau mencoba untuk tenang walaupun hatimu panik. Mereka tak akan segan-segan menerkammu dalam hitungan detik. Kau bertanya-tanya. Berapa lama lagi kau akan hidup? Malah, sebagian darimu mencoba mengakhiri dengan menelan racun atau terjun dari gedung pencakar langit.
All Rights Reserved
#590
complete
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️
  • El Cielo y la Tierra
  • THE DEATH TARGET
  • Zombie Hunter : The Lost City
  • Jejak: 31 Hari (Tamat)
  • ZoClown [TAMAT]
  • No Time To Die
  • Silent Prison

Hidup Putra seharusnya berjalan biasa saja sekolah, teman, dan tugas-tugas yang menumpuk. Tapi semua itu lenyap dalam satu hari, ketika dunia runtuh tanpa peringatan. Wabah misterius menyerang. Orang-orang berubah menjadi makhluk buas tak berakal disebut zombie. Kota lumpuh. Sekolah terkunci. Sinyal hilang. Dan satu-satunya pilihan adalah bertahan... atau mati. Di tengah kekacauan, Putra terjebak bersama teman-teman yang dulu terasa seperti keluarga-sekarang menjadi cermin dari ketakutan, ego, dan luka masa lalu. Bersama, mereka melarikan diri dari sekolah menuju hutan, hanya untuk menemukan bahwa bahaya tidak hanya datang dari zombie , tetapi juga dari manusia lain... dan dari dalam diri mereka sendiri. Kepercayaan diuji. Pengorbanan tak bisa dihindari. Dan pertanyaannya berubah: Bukan lagi "bagaimana cara bertahan hidup?" tapi "apa yang akan kau korbankan agar tetap hidup?" Ini bukan sekadar akhir dari dunia. Ini adalah awal dari siapa diri mereka sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines