We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kamilia

Kamilia

  • WpView
    Reads 977
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 19, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Ini tentang seorang Yasmin Kamilia, seorang gadis Palestina yang berhasil menyeludup masuk ke London ketika konflik antar Israel - Palestina tak kunjung usai hingga menewaskan Ayah, Ibu, dan tiga saudara perempuannya. yang hanya menyisahkan dirinya dan adik laki-lakinya yang berkaki buntung. di London, Yasmin berteman dekat dengan seorang gadis Kristiani bernama Katherine. Karena ini bukanlah tentang perbedaan agama. Ini tentang persahabatan yang sudah sangat lama terjalin dengan saling mendukung, bukan saling menjatuhkan.
All Rights Reserved
#350
friend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Impossible
  • How to be Your Friend
  • Arsyilazka
  • Does love make me stupid?
  • METANOIA (another story)
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Bad girl solehah

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines