We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Flat White

Flat White

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 16, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Tagscoffee
Espresso hanyalah secangkir minuman pahit. Susu hanyalah secangkir minuman lembut yang manis. Namun, jika keduanya digabungkan, pahitnya espresso akan bercampur dengan manis dan lembutnya susu, menciptakan perpaduan yang tak tertandingi.. --- Aku, Aretha Audi, adalah murid kelas 10 SMA Persatuan. Hidupku sedang mengalami masa-masa pahit. Aku butuh pemanis dalam kehidupanku. Tapi, aku tidak menyangka, secangkir kopi akan menghubungkan aku dan dia.
All Rights Reserved
#343
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Coffee Crush | On Going
  • Coffee Menu
  • The Last Coffee
  • Coffee Break Time
  • Cafein Love | JAKE enhypen [ END ]
  • Mencintai dalam diam
  • Our Coffee (Completed)
  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • Caramel Macchiato

The Coffee Crush Di hari Kavya's Cafe membuka pintunya untuk pertama kali, Falisha Lyria tak pernah menyangka bahwa satu langkah kecilnya masuk ke dalam ruangan itu akan mengubah arah hidupnya. Ia hanya berniat singgah. Memesan kopi. Lalu pulang seperti biasa. Namun ia bertemu Aksananda Kavizra---pemilik kafe dengan cara bicara yang tenang dan keyakinan yang terasa terlalu meyakinkan untuk sekadar kebetulan. Sejak awal, Aksa tak pernah terdengar ragu. Ia berbicara tentang masa depan dengan seolah-olah Falisha sudah ada di dalamnya. Dan bagi seseorang yang tak pernah benar-benar dipilih sebelumnya, kepastian itu terasa seperti rumah. Kedekatan mereka tumbuh tanpa drama. Tanpa tarik-ulur yang melelahkan. Hanya dua orang yang merasa cocok, merasa yakin, merasa seolah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun semakin hari, Falisha mulai menyadari bahwa ada bagian dari cerita Aksa yang tak pernah benar-benar ia dengar. Bukan karena disembunyikan, hanya ... tak pernah diceritakan. Dan dalam setiap hubungan yang terlihat tenang, selalu ada satu hal yang tak kasatmata. Falisha percaya ia adalah awal yang baru. Tapi bagaimana jika ia sebenarnya hanya kelanjutan dari sesuatu yang belum selesai? Atau mungkin, sejak awal ... ia memang tak pernah sendirian dalam cerita itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines