Best Friend Be Love {1}

Best Friend Be Love {1}

  • WpView
    Reads 1,149,403
  • WpVote
    Votes 57,086
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 27, 2016
Sebagai sahabat yang baik aku akan melakukan apapun untuk membuat sahabatku tersenyum. Tapi tidak dengan membantunya untuk move on. Aku tidak mungkin menerima lamaran sahabatku yang padahal aku tahu dia masih mencintai gadis itu. Dan aku akan berakhir menjadi pelampiasannya. Gak itu gak boleh terjadi. Tapi apa bisa aku menentang kedua orang tuaku yang sudah memaksaku untuk menikah sebelum aku melanjutkan strata-3 ku? Parahnya lagi kedua orang ku sudah tau bahwa Gevino Werzagio-- sahabatku melamar aku-- Befina Kristalia. Tuhan tolong selamatkan aku dari takdir yang telah Engkau rancang. "Lo harus move on Gev!" "Kalo gitu bantu gue untuk move on Bef!" "Gue bakal bantu lo. Gue bakal cari perempuan yang lebih lebih dari mantan lo! Trust me!" "Lo gak perlu cari. Gua udah nemuin perempuan itu." "Oh ya? Siapa?" "Lo!" What The Hell?
All Rights Reserved
#930
bersama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Entahlah Aku Lelah (gxg)
  • Soal Rasa 2
  • Strong Girl Michella (END)
  • Fall in love with Ghost
  • Soal Rasa
  • Owner Of My Heart
  • Felicity
  • Promise

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines