Best Friend Be Love {1}

Best Friend Be Love {1}

  • WpView
    Membaca 1,149,066
  • WpVote
    Vote 57,076
  • WpPart
    Bab 33
WpMetadataReadLengkap Sab, Feb 27, 2016
Sebagai sahabat yang baik aku akan melakukan apapun untuk membuat sahabatku tersenyum. Tapi tidak dengan membantunya untuk move on. Aku tidak mungkin menerima lamaran sahabatku yang padahal aku tahu dia masih mencintai gadis itu. Dan aku akan berakhir menjadi pelampiasannya. Gak itu gak boleh terjadi. Tapi apa bisa aku menentang kedua orang tuaku yang sudah memaksaku untuk menikah sebelum aku melanjutkan strata-3 ku? Parahnya lagi kedua orang ku sudah tau bahwa Gevino Werzagio-- sahabatku melamar aku-- Befina Kristalia. Tuhan tolong selamatkan aku dari takdir yang telah Engkau rancang. "Lo harus move on Gev!" "Kalo gitu bantu gue untuk move on Bef!" "Gue bakal bantu lo. Gue bakal cari perempuan yang lebih lebih dari mantan lo! Trust me!" "Lo gak perlu cari. Gua udah nemuin perempuan itu." "Oh ya? Siapa?" "Lo!" What The Hell?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#589
selamanya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Should I Marry My Best Friend?
  • SHETAN
  • Promise
  • Entahlah Aku Lelah (gxg)
  • BarraKilla
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Soal Rasa 2
  • Break Up? || gxg
  • Strong Girl Michella (END)
  • Im Yours.

"Maaf Om, sebenarnya ada yang mau Genta sampein ke Om dan Tante.." dalam seketika, seluruh mata tertuju pada Genta. Tapi Genta tampak begitu tenang, dia selalu dapat mengatasi segala keadaan. "Sebenernya Genta dan Biya datang berdua kesini, karena Genta mau kasih tau ke Om dan Tante kalo kami sebenernya selama ini punya hubungan khusus. Dan aku pengen untuk ke jenjang yang lebih serius sama Biya." Ucap Genta lancar, selancar jalannya kereta express di gambir menurut Biya. Biya langsung menoleh dan menatap sahabatnya itu lekat-lekat, menunggu apakah sesaat lagi Genta akan tertawa terbahak-bahak karena semua ucapannya itu hanya cara ia untuk melucu di situasi yang rumit ini? Tapi ternyata tidak. Genta tetap tenang dan duduk dengan tegap seperti biasanya. Pandangan Biya beralih ke kedua orangtuanya yang kini menatap dirinya dan Genta dengan penuh selidik. Mencari kebohongan di mata sepasang atau lebih tepatnya yang baru mengaku sepasang kekasih itu. Untungnya Biya sadar akan gelagat orangtuanya itu, melihat sikap Genta yang tetap tenang, Biya tidak ingin menghancurkan bantuan sahabatnya ini. Biya langsung bersikap tenang sama seperti yang Genta lakukan. Walaupun sebenarnya ia benar-benar tidak mengerti ia sedang berada dalam permainan macam apa yang dibuat oleh Genta ini. Shabiya, Genta, Sahabatan, Menikah, Lalu? Keep reading dear =)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan