Aku, Mila. Dia, Aldi

Aku, Mila. Dia, Aldi

  • WpView
    reads 656
  • WpVote
    Stemmen 29
  • WpPart
    Delen 7
WpMetadataReadCompleet zon, dec. 6, 2015
WpInfo
Fictie
Romantiek
Terkadang kita terhimpit pada pilihan antara hati atau pikiran. Keduanya masuk akal. Keduanya bisa jadi sama-sama benar. Tapi, di saat harus memilih satu di antaranya, mana yang harus dipilih? "Aku, Mila. Dia, Aldi" akan menjawab pertanyaan di atas. Selamat membaca! Semoga dapat membantu dan menginspirasi. Terima kasih
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Mistake Of Love
  • Let Me Be The One  ✅
  • Still The Same
  • This Is Not My House
  • Ketika cinta harus pergi
  • choice ;
  • My Husband Is You ✔
  • The Choice.
  • Jodoh

'Kau tidak bisa memilih dimana dan kapan cinta itu akan datang. Kau juga tidak bisa memilih pada siapa kau akan jatuh cinta.' Itu hanya sebuah kalimat konyol yang dibisikkan sebagian besar orang. Pada kenyataannya, kau bisa memilih, siapa yang akan kau bahagiakan, atau siapa yang akan kau lukai. Bagaimana caramu membahagiakannya, atau bagaimana caramu melukainya. Semua pilihan diserahkan padamu. Meski berulangkali kau berusaha menghindar, dan menjauh, bukankah sudah dikatakan? Cinta tetaplah cinta, dan takdir tetaplah takdir. Tidak pernah ada yang salah dalam cinta, karena yang salah hanyalah cinta itu sendiri. Karena setiap cinta memiliki kesalahannya masing-masing....

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen