We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Stephanie [End]

Stephanie [End]

  • WpView
    Reads 226,710
  • WpVote
    Votes 12,759
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 20, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
#169 in Teen Fiction - 25 Agustus 2016 #140 in Teen Fiction - 28 Agustus 2016 #133 in Teen Fiction - 2 september 2016 [Jangan ada yang copas ini cerita. Gue bikin sendiri dengan hasil pemikiran gue sendiri. Kalo ada yang sama atau gimana pun bentuknya, tolong kasih tau gue ya] Stevani Zahra P, tanpa sengaja bertemu seorang laki - laki yang menurutnya tampan dan baik. Namun tanpa disangka pertemuan kedua kalinya memberikan kesan yang berbeda. "Gue pikir pertemuan pertama dan seterusnya sikapnya sama. Tapi, pertemuan selanjutnya dia bikin gue kesel setengah mati dan selalu baca pikiran gue seenak udelnya." Stephanie Zahra P "Dia cantik, baik, dan juga tomboy. Tapi, dia punya sifat yang buat gue merinding seketika karena ulah dan tingkahnya saat dekat gue." Fabian Giovanni P "Tanpa dia sadari, diri gue yang sekarang selalu bergantung sama diri dia yang selalu ada di setiap waktu." Stephanie Zahra P dan Fabian Giovanni P Copyright © 2015 by Salsaespinosa
All Rights Reserved
#8
fabian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang Biasa
  • Hello, Mas Dosen! (TERBIT)
  • Antara Fajar Dan Senja [TERBIT]
  • Garis Luka
  • You're My Getaway
  • ANTARES
  • Undefinable
  • KENYAMANAN
  • [END] Blind Rainbow
  • BEFUDDLES (SELESAI)

"Argh! Kayaknya susah banget damai sama cowok!". Akrab atau bahkan dekat dengan seorang laki-laki adalah hal yang jauh dari kehidupan seorang gadis bernama Afsana Safiyya Qanita. Memiliki teman laki-laki saja sudah syukur. Itu juga dengan sedikit rasa terpaksa karena akan menjadi teman seperjuangan dengan seragam putih biru yang akan dipakainya satu tahun lagi. Bukan yang pertama, akan tetapi dia laki-laki asing yang bisa sampai pada hadapannya dan meyakinkan akan baik-baik saja. Berusaha mengisi ruang yang mencari tuan. "Selagi lo mulai dengan niat yang baik, semua akan berjalan lancar dan indah." Perkataan itu hanya membuat Safiyya terdiam, hati dan pikirannya kalut. Bisakah rasa takut atas trauma karena luka dan solusi tidak tepat menjebak Safiyya seorang diri mengharuskan mengorbankan hal yang tidak mungkin? 🌵🌵🌵 Assallamu'alaikum Hai! Gimanaa nihhh sudah penasaran? Ya sudah daripada penasaran sendiri yuk ajak teman-teman dan saudara kalian buat baca cerita ini! Kita cari penyelesian dari kerumitan iniii Jangan lupa Voment yaaa! Untuk support agar selalu update! Selamat membaca. Terima kasih Regrads -syawalasri-

More details
WpActionLinkContent Guidelines