Story cover for Lebur by areenueo
Lebur
  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Dec 06, 2015
Dulu aku utuh...

Sebelum kau ketuk pintu hati ini,
Lalu aku akan membukanya. Kamu akan masuk dan menetap disana,

Tapi aku minta jangan kamu sulutkan api disitu,

Hatiku terlalu rentan dan rapuh, bagai kayu yang lapuk.

Aku masih utuh,

Sebelum kau ubah semua yang ada dan menghilang dalam matahari senja. Kita bertemu dalam satu hembusan angin,

Tapi mengapa sudah Sewindu Purnama aku belum juga lupa?

Hatiku masih utuh tapi kamu yang berubah...

Apa harus aku lebur? Hancur hingga bagian terkecil dan menjadi debu.

Jika begitu lantas jangan datang, jangan pernah kau mulai.
All Rights Reserved
Sign up to add Lebur to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Aksara Tak Bertuan  by cahayakamila24
25 parts Complete
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨
You may also like
Slide 1 of 9
Daily Quotes cover
KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh) cover
Fall And Love cover
ANGEL cover
Aksara Tak Bertuan  cover
- Tahun Ke 18 - [Tamat] cover
Rangkaian Aksara cover
Mencintaimu Adalah Perang cover
Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ] cover

Daily Quotes

34 parts Complete

"Curhatan hati" . . . "Sifatmu adalah kelemahanmu" . . . Tentang makhluk perasa yang ingin dianggap. . . . 🍁🍁🍁