Lebur
  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2020
Dulu aku utuh... Sebelum kau ketuk pintu hati ini, Lalu aku akan membukanya. Kamu akan masuk dan menetap disana, Tapi aku minta jangan kamu sulutkan api disitu, Hatiku terlalu rentan dan rapuh, bagai kayu yang lapuk. Aku masih utuh, Sebelum kau ubah semua yang ada dan menghilang dalam matahari senja. Kita bertemu dalam satu hembusan angin, Tapi mengapa sudah Sewindu Purnama aku belum juga lupa? Hatiku masih utuh tapi kamu yang berubah... Apa harus aku lebur? Hancur hingga bagian terkecil dan menjadi debu. Jika begitu lantas jangan datang, jangan pernah kau mulai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • Rangkaian Aksara
  • Arkara [PROSES REVISI]
  • Fall And Love
  • Aksara Tak Bertuan
  • ANGEL
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • KONSEKUENSI HATI

Publikasi ini adalah ruang dialog atau diskusi. Adapun materi yang disampaikan hanyalah sebuah kemungkinan di antara kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik lagi dari apa yang kita anggap sebagai "puisi bagus". Silakan jadikan cemilan bagi yang suka nulis puisi. Semoga lekas kambuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines