Let him go...

Let him go...

  • WpView
    Membaca 24,363
  • WpVote
    Vote 3,065
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadLengkap Jum, Jan 29, 2016
Aku mencintai sunset, menatap kaki langit, ombak berdebum Tapi aku tidak akan pernah membawa pulang matahari ke rumah, kalaupun itu bisa dilakukan, tetap tidak akan kulakukan... Aku menyukai bulan, entah itu sabit atau purnama, tergantung indah di langit, Tapi saya tidak akan memasukkannya ke dalam ransel, Kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan kulakukan... Aku menyukai serumpun mawar, berbunga warna warni, mekar semerbak dan mewangi, Tapi saya tidak akan memotongnya, kalaupun aku memiliki gunting, tetap saja aku tak akan melakukannya... Aku menyukai kunang-kunang, terbang mendesing, kerlap- kerlip di atas rerumputan gelap, Tapi tak akan kutangkap, walaupun aku punya toples kaca, tetap saja aku tak akan melakukannya... Kenapa??? Karena suka, sayang dan cinta, tak harus memiliki... Egois sekali jika semuanya harus kumiliki, Lihatlah,,,tiada lagi sunset indah tanpa matahari, Tiada langit indah tanpa purnama, Taman tanpa mawar merekahpn tak indah, Atau temaram malam tanpa kunang- kunang... Aku percaya, ada banyak sekali cinta di dunia ini, Kalau memang sungguh- sungguh, kita akan membiarkannya seperti apa adanya, Tak apa hanya menyimpan perasaan itu dalam hati, Selalu begitu hingga akhir nanti....
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#199
cintasejati
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • save me
  • the other side
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • THANK YOU KA
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • The First, Not the Last
  • SalFlo
  • Namanya Sabita [Terbit]

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan