Alexandra
  • WpView
    Reads 2,170
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 8, 2019
Seorang gadis mungil berseragam SMP menangis di dalam toilet sekolahnya dengan keadaan baju seragam miliknya yg basah serta rambut coklatnya yg ikut basah juga. Ia menangis sesegukan dengan menggedor gedor pintu toilet itu ,berharap siapa saja akan membuka nya dan menolong nya. "Kelvin tolongin Alexa!" suara nya yg serak karena habis menangis itu berteriak meskipun suara nya tercekat. Ia terduduk di lantai toilet dengan tangan yg terus menggedor pintu itu dengan tangan yg sudah lemas. Ia pun tak sadarkan diri. Seorang anak lelaki yg memakai seragam yg sama langsung mendobrak pintu toilet itu dan mendapati gadis-nya itu tak sadarkan diri. Dia lalu membopong tubuh mungil itu menjauhi toilet wanita dimana gadis itu di kunci.
All Rights Reserved
#3
alexandra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awas Jatuh Cinta
  • Allena
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • AKSATA (SELESAI)
  • ZEYA
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Love Or Hate(End)
  • Gebetan (Crush) [COMPLETED]
  • Antara Cinta & PR Matematika

"Lo lupa, Vyora? Dulu pas kecil lo main nikah-nikahan sama gue. Inget kita belum cerei." "Hah?! YANG BENER AJA, ZAVIO?!" *** Bagi Vyora, jatuh cinta adalah risiko paling berbahaya. Sekali terluka sudah cukup dan dia tak berniat mengulang kesalahan yang sama. Karena itu, Vyora kira masuk ke SMA Kartanama Bangsa, sekolah favorit dengan murid-muridnya yang pintar, adalah pilihan aman. Nyatanya, itu awal dari kekacauan. Di sana ada Zavio. Cowok menyebalkan yang entah kenapa selalu mengusik hidupnya, seolah Vyora adalah musuh lamanya. Belum sempat bernapas, Vyora malah terseret urusan Olpres Karsa---kelompok siswa berprestasi berkedok ekstrakurikuler kebanggaan sekolah---yang diam-diam terlibat persaingan antar sekolah. Semakin dalam Vyora menggali kebenaran, semakin jelas satu fakta mengerikan---semua kekacauan ini berakar padanya. Di tengah tekanan dan rahasia yang saling bertabrakan, Vyora mulai menyadari bahwa perasaan bukan sesuatu yang bisa dia kendalikan sepenuhnya. Katanya benci dan cinta itu bedanya cuma sedikit, setipis kulit bawang. Kalau terlalu cinta bisa jadi benci. Juga sebaliknya, kalau terlalu benci bisa berubah jadi cinta. Jadi, sebelum perasaan itu tumbuh terlalu jauh... awas jatuh cinta, ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines