It's you. It's always been you.

It's you. It's always been you.

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 6, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
It's You. It's Always Been You "Daaaaaan.......Aldan!!!" teriak ku menggemparkan seluruh Kantin, "Please Nya, mulut lu itu aduh.... berasa ini sekolah punya lu emang?" kedua tangan Aldan menutupi telinganya. Yaa mungkin volume suara gua udah diluar batas, kalo misalnya itu speaker mungkin udah pecah. "Iyadeh iyaa maaaap, ihhh ada ulangan buat hari rabu nih nanti bantuin yayaya...." dengan segenap rayuan manja, aku berharap Aldan mau membantu. Hehe. "Pasti gak salah lagi Kimia? I'm i right?" senyum nya tipis sambil menaikan alis tebalnya itu. "Nah you're always right, bu Sisi kiler banget, masa langsung dikasih dua bab?! Bisa mampus gue Dan." Sambil menarik nafas panjang " huuuftttt". "Makanya kalo guru lagi nerangin perhatiin! Bukan nya molor dipojokan, kena sendiri kan batu nya" tangan nya menyentil jidatku. "Aduh. Namanya ngantuk kan manusiawi" balas ku. "Tapi gak setiap hari Anya" kemudian Aldan bangun berjalan pergi meninggalkan kantin dengan komplotan nya karena udah berhubung bel masuk. "Pulang bareng,tunggu digerbang jangan kemana-mana" teriak Aldan dari jauh. Sementara aku sendiri masih duduk sambil nyari cemilan buat ditaro di loker ku hehehe. "Siappp" balasku hormat. *** Anya Baskoro, biasa dipanggil Nya atau Anya. Gak pernah absen masuk ruang BP hehe kadang bareng sama Aldan juga. Iya. Aldan Al-Malek. Dia masuk ke ruang BP gara-gara aku juga, Aldan suka nungguin aku buat bareng berangkat kesekolah, kadang aku baru bangun eh dia udah rapih pake seragam, tiba-tiba udah berdiri didepan pintu kamar. "Yaampun ANYA gilak lu emang perawan tua!" teriak Aldan sambil membuka selimut yang masih membalut badan ku. "Bangun!!! 15 menit lagi masuk" teriak Aldan berkali-kali. "En..taar ah masih sore berisik ajaa" dengan suara bantal nya. "Anya!!!! Gua tinggal nih 1......2.... gua itung sampe sepuluh ya, kalo masih tepar gua cabut" dengan menyerah Aldan beranjak ingin pergi. "Hmmmm" gumam Anya. "Lu gak inget apa susulan mametamatika lu" kata Aldan VOMMENTPLS:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Past, Present, Future [SEGERA TERBIT]
  • SPOILEDBOY
  • Touch My Heart
  • Adrian & Ayla
  • I'm Sorry (Done)
  • MADOS [TERBIT]
  • Dokter Are you Crazy? (Proses Revisi)
  • Love in Difference
  • ARSEN (ON GOING!)

Young Adult Romance - Comedy Bagi Luna Kinandya, berhadapan dengan kamera adalah hal yang biasa, sudah jadi "makanan" sehari-harinya. Dia sangat cantik, jelas, profesinya saja sebagai model dan selebriti, maka fisiknya tidak perlu diragukan lagi. Tapi, cantik, berduit dan sudah cukup umur ternyata tak akan membuat jodoh datang begitu saja. Di usianya yang ke 25 tahun, Luna harus rela diceramahi setiap hari oleh sang mama yang khawatir putri cantiknya akan jadi perawan tua. Luna sendiri berpikir kalau ibunya sudah ketinggalan zaman. Bagi seorang wanita karir, usia 25 adalah masanya untuk berkarya. Bukannya terjebak dalam pernikahan. Adnanta Abram, dia tampan, pekerja keras, dan tidak kekurangan harta. Tapi, sifatnya yang tak semanis buaya darat di luaran sana membuatnya kesulitan dekat dengan wanita. Sebenarnya Adnan tidak keberatan dengan itu. Dia merasa 28 tahun adalah usia yang tergolong muda. Adnan belum tertarik untuk menjalin hubungan yang merepotkan dengan wanita, dia masih ingin fokus dengan bisnisnya yang sedang meroket. Namun, siapa sangka, pertemuan mereka mampu menguak dan merubah begitu banyak hal tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. *** DON'T COPY MY STORY!!! AdeliaaNR© Mulai ditulis 14 Desember 2020 Publish 21 Desember 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines