Problem Love And Problem (END)

Problem Love And Problem (END)

  • WpView
    Reads 682
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 22, 2015
Masalah ? Semua orang punya masalah, tapi bagaimana dengan masalah yang dialami seorang gadis bernama Adiva Nathania Suryadi Berawal dari masalah KELUARGA Selalu menjadi SAHABAT tanpa punya SAHABAT Disaat BAHAGIA itu muncul, ternyata itu hanya semu belaka "Tuhan aku lelah, tak bisakah kau Menganti rasa lelahku menjadi kebahagiaan ? Aku rasa kau tak pernah bosan mendengar kata lelah dariku, karena nyatanya kau selalu membuatku mengucapkan kata itu berulang kali" -Adiva Nathania Suryadi-
All Rights Reserved
#545
kebahagiaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADEEVA
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • Ikhlas dan Bahagia
  • Hipokelemia
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Neyralgis||On Going
  • Satu Desa
ADEEVA

Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, dalam hidup kita akan dihadapkan pada kenyataan yang menyenangkan bahkan yang menyakitkan, tapi kita tidak bisa menghindar dari semua kenyataan itu. Selain itu dalam hidup juga kita akan dihadapkan pada tantangan yang mungkin akan menyulitkan langkah kita, namun dengan semua tantangan itu hidup akan terasa lebih baik. Abigail Adeeva Afsheen, sumber kebahagiaan yang menyenangkan seperti cahaya bintang. orang tuaku memeberi nama itu agar aku dapat berbahagia nantinya tapi kebahagiaan seperti menghilang dari hidupku. Aku sempat berfikir dalam hidupku hanya terdapat sedikit kebahagiaan dan dipenuhi dengan kesedihan dan kehilangan, tapi dengan berjalannya waktu aku bisa memahami masalah terbesar dalam hidupku yaitu aku kurang bersyukur, aku selalu menyalahkan keadaan atas semua kejadian yang menimpaku selama ini sampai aku tutup mata dengan semua yang telah aku miliki, menutup mata terhadap orang-orang disekitarku yang menyayangiku dan terlalu fokus pada orang-orang yang telah pergi dari hidupku, kedua orang tuaku dan kedua sahabatku. Tapi sejak aku bertemu dengan dia, aku bisa menikmati hidupku, aku belajar tentang yang namanya dewasa bersama dia, dia mengajariku banyak hal, mengajariku bagaimana cara bersyukur dan menikmati hidup yang sedang aku jalani, dari dia juga aku belajar bagaimana cara menyanyangi dengan tulus tanpa menuntut balasan apapun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines