MLS (2) - Fibonacci Love

MLS (2) - Fibonacci Love

  • WpView
    Reads 4,653
  • WpVote
    Votes 402
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Math Love Series (MLS) 2 - Sinta Feranda sudah berteman sejak kecil dengan Alfarid Fernandaka. Mereka satu SD, SMP, bahkan satu SMA. SMA Airlangga. Alfarid atau lebih akrab disapa Alfa sekarang berprofesi sebagai artis saat memainkan satu sinetron yang sangat populer. Ia menjadi artis muda, karena sekarang ia masih kelas 1 SMA. Dimulai dari kegemaran Sinta membidik kamera, menjadikan ia bercita-cita ingin menjadi seorang wartawan. Ia selalu sibuk dengan kegiatannya di pramuka, klub jurnalistik, mading, bahkan radio sekolah. Mencoba mewawancarai Alfa, tampaknya bisa juga. Punya sahabat artis biar bisa lebih berguna harus dimanfaatkan bukan? Artis bersahabat dengan calon wartawan. Klop. Dan apa yang membuatnya sedikit rumit? "Perasaanku terus bertambah seperti pola bilangan fibonacci." -Fibonacci Love Awesome cover by @deadleavess
All Rights Reserved
#2
mls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ICE GIRL
  • Misi Kalisa (End)
  • Second Sign
  • RAISEN
  • IHACOY [Selesai]
  • Silent Heart!
  • Arsyilazka
  • LOVANIA
  • Agnira dan Penjaga Asa [TERBIT]
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
ICE GIRL

[TAMAT] "Minta nomor lo" Dengan berani Alefran meminta nomor perempuan itu, dengan menyodorkan ponselnya ke depan wajah perempuan yang bernama caca itu. Caca hanya menatap Alefran datar, dan lanjut membaca buku yang ada di tangannya dengan earphone yang terpasang di telinganya. "Heh lo budek ya? Minta nomor lo" sekali lagi Alefran di diamkan oleh perempuan itu. Alefran menarik earphone dari telinga caca, seisi kelas pun langsung sepi dan diam memerhatikan dua insan yang sedang sibuk dengan dunia nya sendiri. "Heh lo bisu?" Alefran sudah benar benar pegal karena merasa berbicara dengan patung. "Oke sekali lagi gue ngomong sama lo, kalo lo gak jawab berarti lo beneran bisu. Gue. Mau. Minta. Nomor. Lo!" Caca menatap Alefran datar, dan kembali fokus dengan buku ditanganya. "Gak!" "Loh! Itu bisa ngomong! Gue kira lo bisu" Lagi dan lagi, Alefran tidak di hiraukan oleh perempuan ini. Sepertinya Alefran harus sabar bagaimana mendekati perempuan ini. SEASON DUA SUDAH DI PUBLISH!!! CEK DI AKUN KU YA!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines