Indahnya Dirimu

Indahnya Dirimu

  • WpView
    Reads 288
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 25, 2016
"Galau lagi?" tanyanya padaku sambil duduk disampingku. Aku tidak menyahut pertanyaannya. Aku hanya menunduk tanpa menatap ke arahnya dan melanjutkan menulis di buku diaryku. "Cinta itu kayak beli sepatu Nis. Kalau lo udah suka modelnya, udah tahu harganya tapi lo cuma liatin aja dan gak pernah berani buat nyoba. Lo gak akan tahu apa sepatu itu cocok atau gak sama kaki lo. Lo itu pengecut Nis". Katanya lagi dengan semangat yang menngebu-gebu. Sayangnya aku masih saja tak merespon perkataan yang keluar dari mulutnya. "Berapa tahun lagi sih yang akan lo buang buat punya keberanian diri nyapa pangeran lo itu? Cuma menyapa Nis supaya dia tahu lo itu ada, masa itu aja lo gak bisa. Lo itu manusia apa robot sih Nis?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Love Affair : My Destiny
  • dimana janji tersebut
  • Rahellitha
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Arsyilazka
  • Setengah Hati
  • World Of Magic [2]

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa

More details
WpActionLinkContent Guidelines