Story cover for friendzone by salsandita
friendzone
  • WpView
    Reads 1,256
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 1,256
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Dec 07, 2015
MEET ANDIN Andin tau, mengungkapkan perasaannya hanya perbuatan useless tak berarti. Hal itu hanya akan membuat Rasya- sahabatnya menjauh, meninggalkan Andin, lalu masuk kedalam stranger-zone. no, Andin nggak mau

MEET RAYMOND Raymond itu gak percaya cinta. Tapi Ray tau kok Andin cantik, baik lagi. Cuman kasian aja kalo Andin terus terus mikirin Rasya dalam lingkup zona teman. Kan masih banyak cowok ganteng didunia ini, ya kayak Raymond.

Raymond gak suka Andin mikirin Rasya terus. Apalagi Andin yang hampir tiap malam galau karena Rasya. Raymond juga gak suka kalau ada cowok yang nembak Andin kayak Vano sama Kevin. 

Ah satu lagi, Raymond juga gak suka Andin terus ada di otaknya.

©2017 by salsabila andita
All Rights Reserved
Sign up to add friendzone to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Parachma [END] cover
Cool Boy vs Cool Girl cover
BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)  cover
Alando (Tahap Revisi) cover
Retrouvaille cover
Back To You cover
Selebgram [end] cover
KEZAN (END) cover
RAYCILA [END] cover

Parachma [END]

31 parts Complete

"Kita kan sering ketemu Ra, ibarat kata kita udah biasa bareng berdua. Jadi bisa aja kan ada perasaan special yang timbul." Ucap Pandu. Rachma hanya diam sibuk mencerna apa yang dikatakan Pandu barusan, entah malam ini otaknya terasa sangat lambat untuk menerima percakapannya dengan Pandu. "Kita sama-sama dewasa Ra, jadi nggak mungkinkan aku mau main-main sama kamu. Udah bukan waktunya lagi." Imbuh Pandu lagi. "Mas Pandu?," panggil Rachma. Pandu menengok kearahnya, melihat lekat kearah mata hitam nan indah itu dengan lembut. "Jangan bilang iya kalau akhirnya enggak, jangan janji kalau nantinya nggak bisa menepati." Ucap Rachma sendu. "Aku nggak pernah main-main sama ucapan aku Ra, sekalinya aku sayang nggak bakal aku lepas. Walaupun ada yang menentang sekalipun." Tegas Pandu. Malam ini bintang serta cahaya rembulan menjadi saksi antara mereka berdua, membangun komitmen memang tak pernah semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada kepercayaan, komunikasi, serta pengertian yang luas dan dikehendaki keduanya.