Unrequited love

Unrequited love

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 8, 2015
Mungkin..bagi kebanyakan kaum hawa mengejar hal yang tak pasti adalah hal yang sangat melelahkan dan tidak ada gunanya, bahkan mungkin hanya orang orang bodoh yang rela menghabiskan memori otaknya demi hal khayalan seperti itu. Mereka lebih memilih untuk mencari orang lain yang lebih masuk akal untuk disukai -paling tidak, kemungkinan positifnya tidak hanya 20% seperti dia- Namun disini aku, tetap tersenyum memperhatikan dia yang sama sekali tidak pernah melihatku. seakan akan ia hanya tau 'oh' dalam KBBI untuk merespon orang. "Lo bisa ketawa lepas gitu ya disana, tapi liat nanti kalo mata kita udah tabrakan. Rasanya senyum itu hanya sampah yang selalu lo buang. Ga ngerti zan ga ngerti" gumam ku dari celah pintu kelas memperhatikan fauzan sedang duduk duduk di depan kelasnya yang ada persis di sebelah kelasku. . . . . "Andai lo masih belum jadi milik orang lain. Gue butuh lo, meski di dalam diam" seseorang mengirimkan pesan singkat kepadaku malam itu. Mataku sembab sampai pagi.
All Rights Reserved
#72
unrequited
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dandelion [Completed]
  • PERCAYA? [END]
  • Alex(A)
  • dimana janji tersebut
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • We Are One
  • DANADYAKSA

"Makasih lo udah mau balik lagi setelah lo pergi tanpa kabar." ujar Reno setelah beberapa menit terjadi keheningan. Elisha tersenyum miris. "Gue pergi karena lo pergi lebih dulu dari gue." jawab El. Reno memejamkan matanya. Mengutuk dirinya sendiri atas kesalahannya dulu. "Maaf... Tapi gue gak pernah minta lo buat pergi." ucapnya penuh sesal. "Terus lo mau gue apa? Nunggu lo dengan semua kenangan indah yang terasa menyakitkan karena lo gak lagi ada disamping gue? Mana janji lo buat selalu ada disamping gue waktu itu?" ---------------------------------------- "Kalo kata 'Fiersa Besari'; terkadang seseorang melepaskan: genggaman tangannya saat hidupmu semakin sulit agar tanganmu bisa digenggam oleh seseorang yang tidak akan pernah melepaskanmu. Mungkin dia juga kaya gitu. Dia ninggalin lo, karena mungkin dia percaya kalo lo bisa bahagia sama orang lain." ujar Vion. El diam membisu, mencoba mencerna ucapan Vion. "Gue juga gitu El. Gue juga rela lepasin lo. Bukannya gue gak percaya kalo gue bisa bahagiain lo. Tapi karena gue percaya kalo lo bisa bahagia sama Reno." batin Vion. ---------------------------------------- Tentang kisah yang berakhir tanpa duga. Pun tentang kisah yang berakhir bahagia, namun penuh luka. # 1 in Vion (07-04-19) # 2 in Yosi (07-04-19) # 3in rekomendasiwattpad (13-04-19) # 13 in dandelion (07-04-19) # 28 in sosweet (07-04-19) # 28 in janji (09-04-19) R 15+ Jangan lupa follow akun author :-) Ig:@ima.asnr Wp:@imaASNR Wa:085725678998 Salam manis dari penulis amatir -ima

More details
WpActionLinkContent Guidelines