--CERITA DALAM MASA REVISI--
"Intinya gue suka cowok yang cakep, tampang kayak badboy, cuek, dia gak harus pinter yang penting dia gak pernah malu-maluin"cerocos Anya
Tapi bagaimana jadinya kalau Anya harus bertemu 2 cowok yang absurd ini. Sama-sama cakep tapi yang satu kerjaannya bikin malu alias lebay banget jadi orang dan yang satunya letoi. Apakah Anya masih mempertahankan kriteria yang dia inginkan ataukah ada seseorang yang dapat mematahkan kriteria Anya ?
Bagaimana dengan ketua osis sekaligus teman sekelasnya. Dia tidak tampan, pintar, sikapnya yang cuek bebek kayak badboy, apakah Anya memilih dia?
Apakah Anya masih mencari yang sesempurna kriterianya?
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!"
Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman??
Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri.
***
"Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu.
"Sakit bangs*t!!" Umpatnya
"Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi.
"Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!"
***
"Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan.
"Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya.
Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.
"Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava.
"Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal.
***
"Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!"
***
"Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel.
"Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis.
"Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!"
***
Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan.
"Lo suka cewek kelas sana ya va?"