Story cover for Switched by wardcas
Switched
  • WpView
    Leituras 9,792
  • WpVote
    Votos 553
  • WpPart
    Capítulos 1
  • WpView
    Leituras 9,792
  • WpVote
    Votos 553
  • WpPart
    Capítulos 1
Em andamento, Primeira publicação em dez 09, 2015
Pandangan Arga:
 
Arga merasa seperti ketiban durian busuk saat tau bahwa Arin tinggal di depan rumahnya. Sepertinya, cewek itu selalu saja mengganggu hidup Arga. 

Setiap Arin membuka mulut atau melakukan sesuatu, ingin sekali Arga menimpuk kepalanya dengan bola tenis. 

Siapa sih yang nggak kesal dengan cewek manja yang sok-sok manis itu? 

Kesialan Arga karena Arin tidak berhenti sampai di situ. Arga bertukar tubuh dengan Arin.

Pandangan Arin: 

Okay, siapa sih yang tidak kesal karena diperlakukan semena-mena? 

Lagi, kenapa Arin sangat teramat sial karena bertemu dengan orang jutek, tidak tahu terimakasih, menyebalkan, sinis, macam Arga? 

Oh God, bahkan di otak Arin masih terpatri jelas omongan tidak sopannya. 

Kesialan Arin karena Arga tidak berhenti sampai di situ. Arin bertukar tubuh dengannya.
Todos os Direitos Reservados

1 capítulo

Inscreva-se para adicionar Switched à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#106arga
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Don't Talk About Money, de catheryn99
55 capítulos Concluída
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Lovertone cover
Home cover
Don't Talk About Money cover
Waiting For You [TAMAT] cover
Karena Piknik Kilat  ✔ (REVISI)  cover
KEKASIH KECILKU cover
Keep Quiet! cover
ARGANTARA [ Bersambung] cover
Two Populars Prince [Arfa AP] [END] cover
A Switch - Arga cover

Lovertone

6 capítulos Concluída

Credits cover: larienne (Deviantart) "Lo kayak bunglon, ya?" kata Erlina, tertawa kecil. "Kenapa aku kayak bunglon?" Dahi Arga mengernyit. "Karena lo berubah-ubah. Kadang lo kelihatan keren, kadang kikuk, dan kadang dingin kayak kulkas." Ini kisah cowok kikuk dan cewek super barbar yang dipertemukan karena musik. Arga, si cowok kikuk secara tak sengaja mengendap di toilet cewek hingga dianggap cowok mesum. Erlina namanya, cewek biasa-biasa aja di sekolah yang cantiknya kebangetan, malah justru sering ngegodain Arga karena suka ngelihat dia kikuk. Erlina tahu Arga adalah seorang musisi yang populer di sekolah. Tapi sayangnya, Arga tidak main musik lagi karena dikekang orang tuanya. Mungkin ini namanya toxic parents. Erlina pun bertekad menghantui sepanjang hidup Arga sampai kembali ke dunia musik. Bagaimanakah kisah Erlina dan Arga selanjutnya? Apa Erlina berhasil mengembalikan Arga jadi musisi lagi?