Lena Lee : When You Comeback

Lena Lee : When You Comeback

  • WpView
    Reads 45,705
  • WpVote
    Votes 3,545
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 18, 2016
"Kau baru saja baru bangun dari tidur panjangmu, Lena." Itulah kalimat yang diucapkan orang-orang disekelilingnya saat ia terbangun dengan sakit kepala yang seakan siap memecahkan kepala wanita itu. Lena dengan begitu polosnya percaya akan semua cerita fiksi yang disodorkan kepadanya, tanpa wanita itu tahu banyak rahasia yang bersembunyi dibelakang takdir menunggu terungkap seiring berjalannya waktu. NOTE : Ini cerita lanjutan dari Lena Lee. Jadi sebelum anda membaca Lena Lee : When You Comeback lebih baik anda membaca Lena Lee terlebih dahulu. Terimakasih.
All Rights Reserved
#257
bieber
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Take A Break
  • Hug Me {Sehun Irene}
  • Aerilyn
  • Utuh tapi Runtuh
  • Exams In Love
  • Dalam Diam
  • Dreams Come True [END]
  • Waktu?
  • TAK BERSAMBUT

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines