Agar Dan supaya

Agar Dan supaya

  • WpView
    Reads 566
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 15, 2016
WpInfo
Poetry
Langit tahu bagaimana aku menginginimu.. Hujan tahu bagaimana aku menunggumu.. Bahkan sudah memghafal cara-caraku menceritakanmu.. Terlebih angin tentu telah bosan melihat bagaimana ku tersenyum hanya dengan memandangmu dari kejauhan.. Dan akhirnya aku tahu musim telah membenciku yang terlalu menomorkan satukan mu.. Aku terlalu menyayangimu. SJ POV :) #Late
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Between Heaven and Hell (FortPeat)
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • Jadi, Kita Ini Apa?
  • Serenade ( vkook / Brothership )
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Mendung Tak Berarti Hujan
  • LANGIT [OPEN PRE-ORDER]

Ps: Cover's credit to the owner. CAN'T GET OVER YOU Suara desingan angin memekakkan telingaku. Penglihatanku memudar, tubuhku terasa begitu ringan - semakin ringan hingga aku tak mampu merasakan sendiri berat tubuhku. Melayang...dengan cepat. Merasuk dalam putaran angin yang begitu kencang. Ketika aku berhasil kembali merasakan keberadaan tubuhku, justru rasa sakit yang amat sangat melanda. Aku terhempas, begitu keras. Rasa sakit yang pertamakali aku rasakan, tetesan air mata yang pertamakali mengalir di wajahku, dan...pertamakalinya aku merasakan tubuhku terluka; berdarah. Tatapanku berubah menjadi sayu - tak sanggup melihat langit yang kini terlihat begitu jauh di atasku. Langit gelap yang tak lagi menerimaku. Langit yang bahkan tak berbintang. Rembulan terlihat begitu kecil dari sini. Menyedihakan. Tempat yang kuanggap rumah selama ini, melepaskanku. Inikah yang aku inginkan? Aku bisa melihat bulu-bulu dari sayapku bertebaran tak menentu. Aku juga dapat merasakan sayapku menyakitiku. Aku menoleh kearah sayap kananku, terlihat begitu jelek. Patah - tak berbentuk. Apakah aku akan lenyap untuk selamanya? Kesadaranku lambat laun menghilang. Mataku terpejam bersamaan dengan teriakan melengking dari seseorang. Aku tak tahu apa yang akan terjadi. Pertamakalinya aku merasakan lelah - sangat lelah...

More details
WpActionLinkContent Guidelines