PAST
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 11, 2015
Namaku Thalia, biasa dipanggil Lia. Aku lahir dikeluarga yg bisa dikatakan mampu. Tapi aku tidak sombong karena aku tau bahwa kekayaan itu hanya sementara. Aku adalah seseorang yang sangat tertutup dengan kata lain "susah berbaur". Wajahku tidaklah secantik para artis, otakku tidak sepandai Albert Enstein tapi aku mau berusaha menjadi yang terbaik. Aku sangat suka dengan kesendirian karena bagiku kesendirian itu membuat kita lebih tenang dan seolah-olah tidak ada masalah. Tapi disisi lain aku harus berusaha untuk bisa berbaur dengan yang lain, yaa.. meskipun itu berat. Disaat aku masih duduk dibangku sekolah menengah pertama aku menemukan sesorang yang pernah mengisi hidupku. Bagiku dia adalah orang yang sangat setia meskipun pada akhirnya kami harus berpisah. Meskipun kami tidak memiliki status yang mengikat tapi tetap menjadi seorang teman. Disaat aku masih bersamanya mungkin bagi dia aku adalah wanita yang tidak romantis dibandingkan dengan mantannya yang lain. tapi aku tidak ta
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FREESIA: OF ROOMS AND REVERENCE ✓
  • I Choose You [END]
  • LIVE WITH MY HUSBAND (TAMAT)
  • Nice to Meet You
  • Thalia
  • LYGA✔ (END)
  • Hidden Love [END]
  • S P L E N D I D
  • Hi, Ata! || JIN x LISA [END]
  • Blind Loves• [VOL 1] • (ended)

Saat mimpi tak lagi mampu menghalau bisikan kejam dari mereka yang acuh tak acuh akan kekuatan opini. Saat rumah menjadi sumber sakral yang tak sanggup Ia bebani dengan untaian derita dan air mata. Thalia Nakamura, seorang aktris yang mulai merasakan goncangan kejam dari sosial media, perlahan mengulik lagi suara terdalam yang selalu ada di alam bawah sadarnya. Tak sampai di sana, dunia seakan berputar untuk mengejek dirinya dengan berbagai permainan isu seolah apa yang telah ia usahakan selama ini hanya keberuntungan semata. Kemana hati berlindung saat belati berbalut suara familiar ditujukan untuk hati itu sendiri dengan ujung yang paling tajam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines