Engkau tak akan pernah menyangka ketika hatimu tercuri? Pernahkan kau menyadari jalur mana hingga hatimu tercuri? Dan, pernahkah engkau sadari, mungkin pencuri hati itu benar-benar kau harapkan kembali...
Begitu besar pertanyaan menyelimuti jiwamu ketika tercuri tanpa disadari, meskipun kamu berusaha memagari diri, akan tetapi sebahagian kecil hati telah dicuri, ia mencuri dengan lembut sekali...
Kemana pun engkau pergi berlari menghindar, masa lalu itu akan terus mengusik dan mengingatkan engkau kembali, seberapa jauh kenangan menusuk kedalam sanubari.
Sementara Sang Pencuri Hati asyik dengan kesibukannya, Ia pun senantiasa menunggumu disini, hingga saatnya Iman siap menanti, dan pastinya walaupun sisa keping hati Iman tetap ingin dibawa sampai mati.
Apakah Sylvi menyadari, Iman telah tercuri separuh hati ini, dan semakin hari tak bersisa semua tak tersadari seluruhnya tercuri.
Sang pencuri hati
Iman senantiasa menanti Engkau di sini,
Jika bukan di sini,
Iman tunggu hingga ke syurga Illahi.
All Rights Reserved