MY CLIENT IS MY GODDESS

MY CLIENT IS MY GODDESS

  • WpView
    LECTURAS 23,382
  • WpVote
    Votos 880
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 5, 2016
Song Joong Ki adalah seorang inspektur cerdas dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya, banyak prestasi ia raih berkat misi-misi yang berhasil ia pecahkan bersama dengan team. Namun sama halnya dengan sebuah pohon, semakin tinggi pohon itu semakin besar pula angin yang menerpa. Malam itu Joong Ki bersama team menjalankan sebuah operasi penggerbekkan disebuah Club malam kawasan Gangnam yang diyakini sering melakukan transaksi narkotika. Joong Ki yang dipercaya memimpin kasus itu berusaha semaksimal mungkin, ia mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Namun kenyataan dilapangan sangatlah berbeda, sama sekali tidak ditemukan barang bukti apapun. Operasi yang ia siapkan begitu matang pun gagal, semua orang kecewa padanya, termasuk para atasannya. Karena kegagalan misinya, ia harus menerima sanksi atas kesalahan yang tidak ia lakukan. Sanksi apakah itu? Sanggupkah Joong Ki menerima sanksi itu semua? Dan sebenarnya apa yang terjadi pada malam itu ? Semua ada di MY CLIENT IS MY GODDESS. HAPPY READING 😙😙
Todos los derechos reservados
#15
chaeki
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • It's Always Been You✔️
  • My Good Girl
  • SECRET PIECES 비밀조각
  • Black Out III
  • Sun of Love - Min Yoon Gi
  • Happy End (Omniscient Reader's Viewpoint Fanfic X Reader)
  • THE VICIOUS ONE // Song Mingi ✔
  • Just Let Me Know
  • Why should I? [OmniscientReaderViewpoint×OC]

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido