Story cover for Happy Ending by theresiaagnes30
Happy Ending
  • WpView
    LECTURES 108
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 3
  • WpView
    LECTURES 108
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 3
En cours d'écriture, Publié initialement déc. 12, 2015
Dua gadis remaja yang berbeda kalangan ini mempunyai harapan yang sama yaitu akhir hidup yang bahagia 
   
Quella, gadis kaya nan cantik ini berharap mempunyai keluarga bahagia dan cinta sejati. Hidup Bebas dari penjara mewah dan pengawasan orang tuanya. Bebas  menjadi penyanyi yang menjadi cita-citanya dari kecil.

Aqila, gadis yang selalu dikejar hutang oleh rentenir. Tiap pagi harus berjualan bunga dan mencari uang untuk biaya hidupnya berharap hidupnya berakhir menjadi orang kaya dan hidup dalam kemewahan bersama ibu dan adiknya 

Apakah mereka dapat mencapai impian mereka dan berakhir Happy Ending ??
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Happy Ending à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Once and Never Again cover
MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT} cover
About Azkara cover
Best Friend (?) cover
My Sugarman cover
Cold couple  cover
Obsessed My Little Wife cover
Plot Story [Tamat]  cover
Just Be Friend? [Completed] cover

Once and Never Again

7 chapitres En cours d'écriture

-sebuah kisah tentang bertahan, melangkah, dan hal-hal kecil yang tetap tinggal bahkan setelah waktu pergi. Di antara seragam putih-abu, buku pelajaran, dan jalanan yang dilintasi dengan napas lelah, Lunar menyimpan dunia yang jarang dilihat orang lain. Ia bukan siswa yang menonjol, bukan juga tokoh utama dalam cerita siapa pun. Tapi ia menyimpan puing-puing ketabahan-dalam diamnya, dalam cara ia menulis, bekerja, dan mencintai tanpa banyak suara. Suatu masa dalam hidupnya, ia bertemu seseorang yang tak direncanakan. Bukan cinta besar, mungkin. Tapi cukup untuk membuat jantungnya belajar irama baru. Ia mencoba menata kembali cerita yang dulu hanya ia simpan sendiri. Tentang hujan dan bangku kosong, tentang jendela kelas dan panggilan dari seseorang yang tak pernah ia sangka akan begitu berarti. Karena beberapa cerita tidak pernah benar-benar selesai. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk diceritakan kembali.