Desas Desus (cinta Mati

Desas Desus (cinta Mati

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 12, 2015
"Dia terlihat cool" ucap perempuan berbaju putih. "Tapi dia benar-benar tampan" kata wanita berbaju biru menimpali. "Kabarnya dia masih single lho??" Ujar wanita yang memakai blus merah. "Kebanyakan baca buku kali makanya belum dapat pacar" sahut wanita berbaju coklat. "Dia dokter yang jenius. Tapi kenapa dia malah bekerja di bagian otopsi kamar mayat? Hoh, padahal aku mau saja sakit tiap hari hanya untuk bertemu dia." Keempat wanita itu tertawa cekikikan. Pandangan mereka tidak ingin lepas dari sosok lelaki berbaju putih yang duduk sendiri menikmati makanannya di cafetaria rumah sakit. Saling berkomentar mengagumi wajah innocent Dokter Gunawan. *** Setelah dua minggu bekerja di rumah sakit, baru kali ini dia diberikan tanggung jawab sendiri untuk memeriksa mayat seorang perempuan berusia 27 tahun yang diperkirakan meninggal karena penganiayaan. Gunawan memandangi wajah wanita yang pipi sebelah kirinya lebam. Wanita itu terbaring dengan wajah pucat yang tidak mengurangi k
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Secret Of Us
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Hujan!bolehkah aku bermimpi
  • Tidak Pernah Ada Kita (Tanpa Ada Aku Dan Kamu)
  • Harmony in the Universe: The Journey of Wang Yi and Zhou Shiyu
  • Surat tak berbalas
  • AFTER WEDDING - TERBIT

Tas mewah diletakkan di samping meja dan seorang wanita berwajah cantik dan bertubuh seksi idaman. Dia melepas pakaian dan jubahnya yang menceritakan karirnya. Tubuh nyaris telanjang ditutupi atasan bra dan celana dalam. Dia menarik rambutnya dengan jari-jari panjang yang indah yang memperlihatkan lehernya yang panjang dan dapat dicium sebelum memasuki kamar mandi untuk bersantai setelah hari yang melelahkan. Bak mandi Jagucci putih untuk 2 orang diisi air hangat, wajah cantik menatap bak mandi dengan mata kosong sebelum kulit tubuh putih bagai susu masuk ke dalam bak mandi. Untuk mengusir pikirannya memikirkan kebahagiaannya bisa bersama dengan cintanya di bak mandi ini dan menghabiskan waktu dengan bahagia bersama. Namun hari ini tidak sama dengan sebelumnya ketika Dr. Fah-Lada Thananusak dibiarkan tinggal dengan kenangan menyakitkannya. Hampir satu tahun ia masih mengingat semua kenangan indah bersama sang kekasih karena sudah bersama selama tiga tahun. Wajah cantiknya menyeringai ketika mendengar lagu pilihannya. Liriknya membangunkan ingatannya yang menyakitkan. Dia menutup matanya dan melepaskan perasaannya dengan lagu tersebut. "Dia mencampakkanku. Kenapa aku selalu memikirkannya?" mengingatkan diriku sendiri tapi hati tak pernah mendengarkan. Selalu merindukan wanita tak berperasaan. Keluarganya ingin Fah-Lada kembali dan bekerja di rumah sakit keluarga kecuali dia tinggal di luar negeri. Kembali ke Thailand menyebabkan dia merindukan wanita tak berperasaan itu. Wanita yang menawan, menggemaskan, dan lembut, kenapa dia begitu tidak berperasaan. Dia putus denganku dengan mudah. Tok Tok Tok Tok!!! "Nona Fah-Lada" "Ada apa Oun (ibu susunya/pengasuh)"

More details
WpActionLinkContent Guidelines