Story cover for Suki? by Meylita_Kei48
Suki?
  • WpView
    LECTURAS 5,096
  • WpVote
    Votos 228
  • WpPart
    Partes 12
  • WpView
    LECTURAS 5,096
  • WpVote
    Votos 228
  • WpPart
    Partes 12
Continúa, Has publicado dic 13, 2015
Namaku Maeda Atsuko. Aku putri dari keluarga Maeda. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang sangat menyayangiku begitupun sebaliknya. Dia adalah Maeda Yuko, dia 9 tahun lebih tua dariku. Sedari kecil aku dan kakak ku sangat disayang dan dibangga kan oleh kedua orang tuaku. 
Pendidikan dikeluarga ku adalah nomor satu, jadi tidak heran jika sekarang ini kakak ku seorang yang sukses.. aku ingin seperti kakak ku, menjadi orang yang sukses. kakak ku sangat sayang padaku, apapun yang aku ingin kan, aku akan katakan padanya, dan dia akan memberikannya padaku... senang bukan? Menjadi aku? Hehehe.. :D 
Aku sekarang duduk dibangku SMA kelas 1A. Hobby ku menyanyi dan berakting, disekolah aku masuk kedalam eskul drama. Suatu hari, setelah aku selesai kegiatan drama. aku  melihat seorang anak laki laki sedang memainkan piano diruang musik, aku melihatnya dari jendela. Aku tidak pernah melihat laki laki itu sebelumnya, mukanya sangat murung, tetapi dia tampan.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Suki? a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#7atsumina
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Pretty Careless de annstsy17
16 partes Concluida Contenido adulto
Oke, biar akrab kita kenalan dulu Nama gue Alea meisa pratama gue biasa di panggil al. Orang bilang gue tuh cantik, tinggi, dan gue punya warna mata yang Indah yaa itu sih kata mereka. But not bad lah yaa. Tapi tenang kalian bisa nilai gue sendiri lah, mangkanya baca yee hehe. engga sihh engga gue ga maksa ya pokoknya tetep terserah kalian. Gue anak kedua dari 2 bersaudara yaa gue punya abang, namanya Mahesa langit pratama gue biasa manggil dia bang esa. Gini gini gue gamau banyak omong deh masalah abang gue nanti kalian bisa nilai sendiri. Yang jelas dia cakep banget ga ngerti lagi deh gue. Parahnya gue sampe bosen kalo udah ada temen cewe gue yang titip salam buat bang esa. Gue sama bang esa yatim piatu dan yapp kita berdua di tuntut mandiri. Kadang bang esa sering cape sendiri sihh gara gara dia gabisa nolak sifat alamiah gue yang manja nya ga ketulungan. Tapi yang gue liat dia tuh gamau ngomong ke gue. Tuhh kan gimana gue ga bahagia punya spesies abang kaya gini udah cakep begini pula sifat nya. Nahh mupeng deh lu pada wkwk Last but not least gue punya sahabat cowok yang bisa dibilang yaa kaga cakep cakep amat itu sihh versi gue tapi lagi lagi kalian bisa nilai sendiri dehh. Namanya Rega saputra gustiawan, dia sama gue udah kaya kaleng rombeng aja tiap kali ngobrol emang ga tiap waktu juga sihh tapi dia seru. Rega dan gue kenal dari kita masih jadi bocahan smp. Dia pindahan gitu ke komplek rumah gue tapi kita beda blok yaa Bagus lahh ga kebayang aja kalo rumah gue sebelahan sama dia bisa bisa ga tenang iduo gue. Rega sering banget bilang ke gue kalo gue tuh ceroboh sampe ketulang. Yaa gue akuin sihh tapi gimana dong kan udah dari sono nya begitu. Tapi mau berapa ratus kali dia bilang gue ceroboh yaa tetep dia dia juga yang mau gue repotin kalo si sifat ceroboh sialan gue itu dateng. Mangkanya betah gue sahabatan sama dia. Udahh ahh pokoknya gitu dehh yaa. Ada gue, ada bang esa, ada rega nahh kita bertiga mau ngapain yaudah baca aja ntar juga tau.
DANADYAKSA de KumbangPolkadot
70 partes Concluida
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Chiisana Tenohira cover
RAVENDRA cover
LOOKISM x f! reader cover
Pretty Careless cover
DANADYAKSA cover
Inikah Cinta? cover
My Brother's Always Protects Me cover
Tentang Seseorang cover
(S1) Korban Fujo ✅ cover
Tentang Ashel cover

Chiisana Tenohira

17 partes Concluida

Hanya bisa tersenyum dari kejauhan dan selalu merasa bahagia walau hanya melihatnya dari kejauhan saja. Aku sangat menyukainya, tapi aku tak bisa berbuat apapun untuk bisa membuatnya tahu tentang perasaanku kepadanya. Bahkan sampai dia pergi dua setengah tahun yang lalu, masih terlihat jelas diingatanku terakhir kali aku melihatnya. Ketika itu fuyuyasumi sedang berlangsung, dan saat itu pula aku masih duduk dibangku kelas dua SMP. Aku dan ayah menjemput kedatangan nenek dan kakek di bandara. Tak sengaja aku melihatnya bersama seorang lelaki dewasa yang mengenakan mantel berwarna hitam duduk tepat disampingnya. Aku rasa itu ayahnya. Mereka duduk diruang tunggu bandara dengan tas dan koper yang mereka bawa. Saat itu, aku bertanya-tanya sedang apa dia di bandara. Perasaanku bercampur aduk dengan banyak pertanyaan bersarang dikepalaku. Mungkin mereka pergi berlibur? Tapi tetap saja aku takut sesuatu hal yang tak kuinginkan terjadi. Tak lama kemudian mereka berdua pergi meninggalkan ruang tunggu. Saat fuyuyasumi berakhir, di hari pertama kembali ke sekolah aku tak pernah melihatnya lagi. Ternyata sesuatu hal yang kutakutkan benar terjadi. Bahkan sudah dua setengah tahun berlalu aku tak pernah melihatnya lagi.