We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Real World

Real World

  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 17, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Apa ini? Dimana aku? Apa yang terjadi? Aku mencoba membuka mata ku, aku hampir tidak bisa melihat apapun senuanya terlihat begitu buram. Aku mencoba untuk berdiri aku melihat sekeliling ku, aku melihat ada meja belajar, lemari, dan buku-buku aku sadar bahwa aku berada di kamarku. "Aka, ayo bangun" terdengar suara seorang perempuan, dia terlihat membuka pintu kamarku. Dia adalah Ami kakak ku, aku sangat terkejut melihatnya dia tidak seperti biasanya dia terlihat tembus pandang. Aku berjalan menuju taman, aku sangat terkejut melihat beberapa orang sama seperti kakak ku, mereka semua terlihat tembus pandang. Kepalaku rasanya mau pecah, kenapa ini bisa terjadi? Bagaimana bisa orang-orang terlihat tembus pandang? Karna aku merasa pusing dan ingin pingsan aku pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah aku melihat kakak ku sedang merapikan rumah, tubuhnya masih saja tembus pandang. Hal ini membuatku tambah pusing. "Kau kenapa?" tanya kakak ku "Aku pusing" "Berbaringlah di kamarmu"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • DEVIL ON MY WINDOW
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Watch Out?! (Complete) ✅
  • Behind the Chill of the Night Wind
  • Ketika Kita Tidur
  • Creepypasta

All Genre's :Mythic Fantasy, Sciene Fiction, Futuristic Era, Adventure, School Life, Paranormal. Sejak kecil, Jace Damian Harrison tak memiliki teman. Orang-orang menganggapnya pembawa sial, karena siapapun yang berteman dengannya sebagian besar selalu meninggal. Bertahun-tahun hidup tanpa teman, membuatnya terbiasa sendirian. Aura kematian yang selalu dilihatnya hampir setiap hari terasa sangat biasa. Dia takkan repot-repot menghampiri orang itu dan berkata, "Kau akan mati." Namun, Jace tak pernah merasakan kematiannya sendiri. Ternyata rasanya biasa saja. Yang tidak biasa adalah dirinya bertemu dengan ayah yang tak pernah dijumpai seumur hidup. Ayahnya pun tampak tak ingin berlama-lama menghabiskan waktu bersamanya. Jace dilempar ke dunia aneh. Dia tak bisa pulang. Sama sekali. "I want to go home, but I don't know where is my home." *** [Semua yang ada di sini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tokoh, dan tempat, itu hanyalah kebetulan. Diharap jangan memplagiat, karena membuat cerita bukanlah hal seenteng merobek buku.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines