I'm homophobia.. but...

I'm homophobia.. but...

  • WpView
    LECTURAS 3,439
  • WpVote
    Votos 85
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 9, 2016
WpInfo
Ficción
Romance
gue homophobia garis keras! dua orang cowo bersama? yaampun mereka sama-sama mempunyai batang! gue gak habis pikir sama cowo-cowo homo didunia ini. Demon Angelo? bisa gak sih gue gak berurusan lagi sama dia? Miss blue♚ yaampunn.. aku ngepost cerita lagi,bahkan cerita yang kemarin belum aku lanjutin.. sorry tapi ide ini sayang untuk tidak di teruskan... no!no! bukan berarti aku homophob beneran ya, ini hanya sebuat cerita okay~ asal kalian tau akupun fujoshi,aku punya akun lain untuk membaca cerita homo di wattpad hehe(yang pasti aku gak akan share uname ku,nanti kalian kaget betapa erornya otakku.. hehe~ happy reading!
Todos los derechos reservados
#550
roman
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hurt To Love You
  • Semesta (offGun)
  • Tentang Kita-DewNani (B×B) ✓
  • Ketika Nama Tuhan Kita Berbeda
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI
  • 1200+Km
  • ECLIPSE : Fall in love with Vampires
  • Ngaco

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido