Story cover for Akustik by seinarouta
Akustik
  • WpView
    Reads 41,551
  • WpVote
    Votes 3,450
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 41,551
  • WpVote
    Votes 3,450
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published Dec 14, 2015
[ Watty Awards 2016 winner for visual storytelling ]

Valent suka suara hujan, suara kerikil yang bergesekan dengan roda besi, suara mesin kereta, suara langkah kaki yang berderap cepat. Ia menyukai segala macam suara, hanya satu suara yang tidak ingin ia dengar, suara tangisnya sendiri karena kehilangan.

Sebaliknya, Magenta, gadis pengidap Ligyrophobia--alias phobia terhadap suara keras--lebih suka menyendiri, tidak suka hujan dan pula petir. Yang terpenting ia tidak suka segala bunyi-bunyian yang menyeramkan. Dari segala macam bunyi yang menyeramkan itu, mungkin hanya bunyi kereta yang ia sukai.

Keduanya bertemu pada sebuah kejadian yang katanya kebetulan, kejadian-kejadian yang terajut dalam sulaman benang yang sama. Bersama kisah-kisah masa lalu yang mereka bawa, mereka sadar akan suatu hal... ada beberapa hal yang tidak bisa manusia lakukan sendiri. Namun, ada hal-hal lain pula di mana manusia dituntut untuk menghadapinya sendiri.
All Rights Reserved
Sign up to add Akustik to your library and receive updates
or
#42train
Content Guidelines
You may also like
Satintail by retnogaluh
31 parts Complete
Bisakah aku memohon padamu untuk tidak bertindak selayaknya angin? Jangan seperti angin yang mudah datang dan mudah pergi Karena aku takut seperti ilalang yang hanya bisa melambai saat angin memilih pergi Ilalang yang pasrah menatap kepergian angin Memangnya, apa yang bisa diperbuat ilalang ketika angin mulai beranjak pergi? Ilalang tak melakukan apapun pada angin yang melambai seolah mengatakan, "aku pergi, jangan pernah mengejarku, apalagi menunggu kedatanganku." Namun, ilalang tetap berharap bahwa angin mungkin kembali lagi, entah di angin yang sama atau berbeda Untuk itu aku pun yakin bahwa waktu menyimpan segalanya, sekalipun dia yang akan kembali membawa angin yang sempat pergi Sungguh aku tak ingin seperti ilalang. Karena tanpa sadar, aku hampir seperti itu. Hampir. ==================================== (Note: Cerita ini awalnya berjudul Ilalang, namun berganti judul menjadi Satintail karena adanya perubahan pada isi cerita. Ada beberapa kalimat kasar secara eksplisit dan beberapa adegan yang hanya bisa dibaca untuk usia 16 tahun ke atas.) Copyright © 2015 by retnogaluh Cerita ini di lindungi oleh UU Hak Cipta. CERITA INI HANYA PUBLISH DI WATTPAD PRIBADI SAYA (@retnogaluh) DILARANG KERAS MENYEBARLUASKAN, MENGGANTI NAMA/ISI/JUDUL/APAPUN DALAM CERITA INI TANPA SEIZIN DAN MERUGIKAN PENULIS. APABILA MENEMUKAN CERITA INI/SERUPA SELAIN DI WATTPAD HARAP HUBUNGI PENULIS KARENA SAYA TIDAK AKAN SEGAN UNTUK MENINDAK LANJUTI MASALAH TERSEBUT! [Amazing Cover by @hellamer on Wattpad Cover For You]
You may also like
Slide 1 of 9
New World [REVISI] cover
Alunan Sajak Xabiru cover
AKU cover
MAGENTA cover
ALZEA : FEATURED SOULS cover
ASRAR [TERBIT] cover
Satintail cover
DOPAMINE cover
When You Come cover

New World [REVISI]

34 parts Complete

Sequel Ventiones Academy **** Sebenarnya tidak ada yang aneh di hidupku. Hidupku berjalan seperti remaja usia empat belas tahun pada umumnya. Tetapi, seketika semuanya berubah. Iya, berubah. Tidak, bukan berubah dunianya yang berubah. Tapi, aku selalu dikejutkan dengan bisikan seorang lelaki yang begitu ... lembut? Dari nada bicaranya, sih dia seperti merindukanku, baiklah aku mulai ge'er sekarang, jadi lupakan. Kemudian, merasa diawasi setiap berada di luar rumah. Sampai akhirnya .... Aku bertemu seorang gadis yang kelihatannya seusiaku, dan dia mengaku bahwa aku adalah 'sahabat setianya'. Hahaha, 'sahabat setia'? Terdengar seperti 'babu setia' menurutku, upss. Tapi itu sungguhan. Lebih parahnya lagi, aku bisa mengeluarkan api dengan tanganku ketika aku sedang marah ataupun kesal. Waktu itu, hampir saja api ini membuat temanku terbakar. Beruntung aku langsung menjauh darinya. Sungguh mengerikan. Tapi, kenapa aku bisa mendapatkan hal aneh seperti ini? Kenapa aku bisa merasakan hal aneh seperti ini? Apa aku tidak normal? **** *Perhatian, banyak umpatan kasar di sini. Jadi dimohon untuk jangan menirunya di kehidupan sehari-hari.