We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Akustik

Akustik

  • WpView
    Reads 41,578
  • WpVote
    Votes 3,450
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 3, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
[ Watty Awards 2016 winner for visual storytelling ] Valent suka suara hujan, suara kerikil yang bergesekan dengan roda besi, suara mesin kereta, suara langkah kaki yang berderap cepat. Ia menyukai segala macam suara, hanya satu suara yang tidak ingin ia dengar, suara tangisnya sendiri karena kehilangan. Sebaliknya, Magenta, gadis pengidap Ligyrophobia--alias phobia terhadap suara keras--lebih suka menyendiri, tidak suka hujan dan pula petir. Yang terpenting ia tidak suka segala bunyi-bunyian yang menyeramkan. Dari segala macam bunyi yang menyeramkan itu, mungkin hanya bunyi kereta yang ia sukai. Keduanya bertemu pada sebuah kejadian yang katanya kebetulan, kejadian-kejadian yang terajut dalam sulaman benang yang sama. Bersama kisah-kisah masa lalu yang mereka bawa, mereka sadar akan suatu hal... ada beberapa hal yang tidak bisa manusia lakukan sendiri. Namun, ada hal-hal lain pula di mana manusia dituntut untuk menghadapinya sendiri.
All Rights Reserved
#1
magenta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • TAMARA
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • ASRAR [TERBIT]
  • ALANA [LENGKAP]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • MAGENTA
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • Alunan Sajak Xabiru

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines