Akustik

Akustik

  • WpView
    Reads 41,570
  • WpVote
    Votes 3,450
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 3, 2017
[ Watty Awards 2016 winner for visual storytelling ] Valent suka suara hujan, suara kerikil yang bergesekan dengan roda besi, suara mesin kereta, suara langkah kaki yang berderap cepat. Ia menyukai segala macam suara, hanya satu suara yang tidak ingin ia dengar, suara tangisnya sendiri karena kehilangan. Sebaliknya, Magenta, gadis pengidap Ligyrophobia--alias phobia terhadap suara keras--lebih suka menyendiri, tidak suka hujan dan pula petir. Yang terpenting ia tidak suka segala bunyi-bunyian yang menyeramkan. Dari segala macam bunyi yang menyeramkan itu, mungkin hanya bunyi kereta yang ia sukai. Keduanya bertemu pada sebuah kejadian yang katanya kebetulan, kejadian-kejadian yang terajut dalam sulaman benang yang sama. Bersama kisah-kisah masa lalu yang mereka bawa, mereka sadar akan suatu hal... ada beberapa hal yang tidak bisa manusia lakukan sendiri. Namun, ada hal-hal lain pula di mana manusia dituntut untuk menghadapinya sendiri.
All Rights Reserved
#70
kereta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • MAGENTA
  • TAMARA
  • Resist Your Charms
  • Alunan Sajak Xabiru
  • AKU
  • Violet & Lily
  • Lulu

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines