Kekasihku Psikopat

Kekasihku Psikopat

  • WpView
    Reads 19,599
  • WpVote
    Votes 899
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 16, 2015
Dulu aku sangat mencintainya. Tetapi kini aku sangat membencinya, bahkan tak sudi melihat wajah memuakkan itu. Karena dia, aku kehilangan sahabat-sahabat terbaikku. Karena dia, aku kehilangan jari jemari tanganku dan kedua kakiku. Dan karna dia, aku mendekam di Rumah Sakit Jiwa. Ini ceritanya 20 parts ya^^ cuma aku share dikit dikit dulu. Mau dinext? Vote ama comment nya dulu ya^^
All Rights Reserved
#5
sadisme
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Keadilan? Memang Ada?
  • ZAGA II: Fractured Obsession (HIATUS)
  • RINDU YANG TERSESAT
  • Destiny Meeting [Ddeungromi]
  • psychologycal
  • Takdir Kalea [Revisi]

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines