Doctor For Life

Doctor For Life

  • WpView
    Reads 980
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mengapa kamu mempermainkan aku seperti kertas erla? Kamu seperti embun yang hanya menempel di sebuah dinding kaca tanpa merasakan betapa dinginnya kaca tersebut. Lihatlah ke arah aku jangan jadikan aku kunci kekertasan mu. -Sintia Adinata Bukan maksud aku untuk mempermainkan kamu tapi ini prinsip aku yang harus aku jalanin dan aku menjadi embun di sebuah dinding kaca karena aku ingin membuat jarak agar semua orang tau kalau aku mencintaimu dengan cara yang berbeda. -Erlangga Chrisjition -------- Terimakasih sudah membaca cerita ini, cerita jelek dari saya dan saya baru mencoba menulis imajinasi saya di dalam ini, dan jangan lupa juga untuk saran ataupun vomment nya yah❤️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Remembrance!
  • Yang TERLUPAKAN.
  • Devan [About Him](COMPLETE✔)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • DEVANO ( sedang di Revisi)
  • Good Girl or Naughty Girl (END) 🍁
  • Misterius Couple (End✔)
  • Broken
  • Fake Nerd [REVISI]

Untuk : Ardian Entah bagaimana aku bisa memulainya. Tapi, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tak tau sampai kapan aku begini. Menanti cinta yang tak pasti. Ingin rasanya aku membisikkan kata cinta untuk hatimu. Agar kau bisa melihat besarnya rasa cintaku. Mengenaliku. Menemaniku menyusuri labirin-labirin kehidupan. Membantuku menyebrangi samudra tantangan. Hingga menemukan hilir kehidupan yang kekal. Aku ingin bersamamu menikmati hidup ini. Namun, apakah semua ini hanyalah sesuatu yang abstrak? Yang tak mungkin terjadi? *** Untuk : Krystal Kau, yang sebenarnya sudah berhasil sejak awal. Aku hanya ingin mengatakan itu. Sejak kali pertama kita bertemu di tempat pendaftaran teater. Kau yang menelponku, kau yang akan jatuh konyol dari panggung, kau yang menaruhkan kue cokelat di motorku, kau yang menyelipkan surat cinta di kue itu, kau yang menemaniku saat memasang poster, kau yang berada satu kelompok bersamaku saat olimpiade, kau yang menyanyikan musikalisasi puisimu saat di café, dan kau yang selalu berwajah konyol saat bertemu denganku. Itu semua sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Walau waktu kita selalu tidak tepat, tapi aku berharap, ini waktu yang tepat. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ardian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines