SURAT UNTUK MU

SURAT UNTUK MU

  • WpView
    Reads 2,423
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 8, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Aku mengenalmu dengan sifat keras, susah diajak bicara dan yang pasti tidak bisa diajak berteman, tapi ketika kamu menghilang dan kembali sifatmu menjadi berubah, entah apa yang terjadi padamu hal itu membuatku menjadi heran, sekarang kamu bisa diajak berbicara, dan sifat dinginmu menjadi memudar ketika bersamaku. 'Kamu jahat kevin, aku pikir kamu ini baik tapi nyatanya kamu jahat' ujar aku kepada kevin dan kevin pun dengan enteng menjawab 'aku mungkin bodoh, aku memang salah dan pantas kamu katakan jahat, tapi aya sejujurnya aku mencintaimu, dari awal aku meminjam pulpen kepada kamu, aku mencintaimu aya' ujar kevin kepada aku, tak memperdulikan kevin akupun berlalu dan tidak memperdulikan apapun yang dibicarakan oleh kevin dengan tangisan yang aku bawa dan sakit hati yang tak tertahankan 'aku mencintaimu secara sederhana yak' teriak kevin kepadaku yang mulai menghilang meninggalkan kevin tepat saat senja mulai menjingga. Aku salah menilai kevin, aku pikir saat kevin datang kerumah dan menjemputku sepanjang waktu kamu melakukannya dengan tulus tapi nyatanya ada maksud dibalik semuanya. Kini aku sadar, bahwa tak semua cinta bisa dipaksakan untuk bersatu. Sama seperti aku dan kevin yang tak bisa dipaksakan dalam satu figura. Kami berbeda karena cinta kevin dan penyesalan datang di waktu yang bersamaan. Aku sebenarnya mencintaimu vin, jauh sebelum kamu meminjam puplenku. - Khayana Pradnyaswari B ---------------------------------------------------- CATATAN HATI PENULIS: [TERIMAKASIH PERNAH HADIR, SEKEJAP.]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Merpati Sayap patah || Kevin Sanjaya
  • SENJA KU SENJA MU
  • MY LOVE STORY
  • AMERTA : The Last Embrace
  • TIRED TO HATE [COMPLETED]
  • CINTA UNTUK SENJA
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Lil'sist

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines