Love in Silence

Love in Silence

  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 16, 2015
Masih disini. Masih dengan perasaan yang sama. Perasaan yang tidak pernah memiliki alasan. Alasan untuk tetap bertahan dalam diam. Mencintaimu yang tidak akan pernah bisa mencintaiku, aku bisa apa? Memaksakan kamu untuk mencintaiku? Apa aku tidak egois jika memaksamu untuk mencintaiku?
All Rights Reserved
#102
ceritapertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗞𝗮𝘁𝗮"
  • Erlangga
  • FANI : He's Edgar Erzantara
  • PHILOPHOBIA (END)
  • Rasa Tanpa Kata
  • kita dan waktu. [End]
  • Still Ours [Hiatus]
  • Traces in the Light
  • Semu [Completed]

Cinta datang dalam berbagai bentuk, di waktu yang berbeda, dan pada hati yang tidak selalu siap menerimanya. Di kota yang sama, dalam kehidupan yang berbeda, ada dua gadis yang merasakan getaran cinta pada masa yang tidak pernah beriringan. Yang pertama, jatuh cinta terlalu cepat. Ia memberikan segalanya, mengorbankan hatinya tanpa takut terluka. Baginya, cinta adalah pengorbanan, adalah perjuangan tanpa henti. Namun, sekeras apa pun ia berusaha, takdir tidak pernah berpihak. Ia belajar bahwa terkadang, cinta saja tidak cukup untuk bersama. Yang kedua, jatuh cinta ketika ia sudah terbiasa sendiri. Cinta datang perlahan, mengisi celah yang sebelumnya dibiarkan kosong. Tidak ada janji, tidak ada harapan yang terlalu tinggi, hanya rasa yang tumbuh tanpa dipaksakan. Tapi meskipun ia sudah lebih berhati-hati, semesta kembali mengajarkannya bahwa cinta tidak selalu bisa dimiliki. Dua hati. Dua kisah. Dua waktu yang berbeda. Namun, pertanyaan yang sama selalu menghantui mereka: Apakah cinta memang selalu datang untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines