Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
kebebasan,kita

kebebasan,kita

  • WpView
    LECTURAS 72
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 16, 2015
WpInfo
Poesía
Kebebasan, kita Heningkan sekejap dalam kebisingan malam kota Resapi tiap rintih pedih pengukir mimpi Katakan dengan perlahan Ucapkan semua kata sedihmu kepada purnama Bukan, kawan, kau bukan pecundang Hanya setetes iblis mengaliri darahmu Bukan inginmu, aku mengerti Mungkin mereka tak tahu, jika aku berbicara rindu, itu selalu tentangmu Ya, kamu.. Y1ang begitu sempurna Dengan segala ketidaksempurnaanmu Yakinkan aku, inilah saatnya Gerimis menari, kemarau berlari Kita menapaki arah yang berbeda Kita mengejar semua tertulis dilangit Dan yakinkan aku lagi kelak semua bersama lagi Dan aku tetap merindukanmu, seperti sebelum menemukanmu Bersama amarah, takdir kita terima Jalani, rampas kembali kebebasan kita Kita adalah kematian yang tersisa Bersama semua sampah dan serapah kota
Todos los derechos reservados
#31
demokrasi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • CERPEN (END)
  • Monolog
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Senja
  • Dibalik Diam.
  • ABSURD QUOTES I
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Bumaga i Ruchka
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah

Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya. Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan. Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?. Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang tertulis bersama hati dan juga perasaan. ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido