Thank You

Thank You

  • WpView
    Reads 1,354
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 13, 2018
Aku mencintai laki-laki itu, Laki-Laki itu Mencintai Sahabatku, dan Sahabatku Mencintai Adiknya. Sedangkan adiknya akan segera menikah dengan mantan pacar yang kujuluki si iblis bermuka malaikat itu. Serumit itukah percintaan ? Mendengarkannya saja kalian tak akan mau jika serumit ini. Apalagi menjalaninya. Disaat laki - laki itu terpuruk aku disampingnya. Namun disaat sahabatku terpuruk dia berada disamping sahabatku, lalu aku? Dimana letaknya aku? Aku pergi dari hidup laki-laki itu untuk selamanya. Ya, tepat dihari pernikahan adiknya aku pergi. Pergi meninggalkan semua kenangan yang aku punya untuknya. Pergi jauh dari sahabat yang sudah kuanggap saudaraku sendiri. Pergi membawa sebuah hadiah dari laki-laki itu. Sebuah hadiah teridah karena telah berani mencintai laki-laki itu. Sebuah hadiah yang menjadi sebagian nafasku. Golf Pichaya. Aku menamainya sama persis dengan nama laki-laki itu. Laki - laki yang sudah 10 tahun ini aku tinggalkan. Laki- laki yang tak akan pernah pergi dari hatiku. Namun saat takdir mempertemukan aku dan dia kembali apa yang harus ku perbuat? Apa yang harus ku katakan? Haruskah aku membencinya karena permintaannya dulu padaku yang tak kupenuhi? _Lilly Sughar_ Aku terlalu mencintai teman main adikkku. Aku terlalu mencintainya hingga pernikahan mereka tiba aku tak sadar bahwa sebenarnya aku juga mulai merindukan sahabat dari teman adikku itu. 10 tahun aku mencarinya. 10 tahun aku ingin bertemu dengannya dan berbicara padanya bahwa aku salah. Salah saat dia menyatakan hal yang tak mungkin terjadi. Aku salah saat aku memintanya untuk menggugurkannya. Aku benar - benar bersalah. Dan aku berharap tuhan mempertemukanku kembali dengannya. Dengan sahabat dari teman adikku itu. Lilly Sughar. Entah mengapa menyebut namanya saja aku sudah merindukannya. Merindukan hiburannya. Merindukan tawanya. Ya,aku merindukannya. Saat keajaiban mempertemukanku dengannya lagi, aku tak akan pernah melepaskannya. Dan aku pastikan dia hanya milikku. _Golf Pichaya_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Someday
  • Aksara Lingga
  • "TEMAN HIDUPKU"
  • Dear Future (new version)
  • Meant To Be
  • Cinta Datang Terlambat
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • I Love You
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
Someday

[SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU] Samantha menjalani hidupnya bagai di negeri dongeng. Ia menikah dengan teman sekolahnya, William, dan hidup bahagia meski tidak dikaruniai anak. Dunianya serasa runtuh saat sang suami divonis mengidap kanker mematikan, yang mengharuskan William untuk segera memperoleh keturunan sebelum terlambat. William tak mampu. Dan hanya ada satu cara untuk mewujudkannya. "Apa yang kamu minta dariku, adalah mustahil." Bisik Samantha ketakutan. "Sam...hanya ini satu-satunya cara. Wasiat Ayahku sudah jelas. Perusahaan yang ia tinggalkan ini, semua kerja keras yang kubangun dari puing-puing sejak Ayah meninggal ini, hanya akan jatuh padaku, anak-anakku, atau Hansel sepupuku. Kita sama-sama tahu bagaimana bajingannya sepupuku itu." "Dengan segala hormat, Liam, dia sama bajingannya dengan Kakakmu--yang kamu minta untuk menghamili aku." "Sam..." William menunduk penuh rasa bersalah. Namun tak sedikit pun ia mengurungkan niatnya. "Aku tidak akan memintamu melakukan ini kalau saja aku punya pilihan lain. Kakakku, adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan aku. Kami sedarah dan setelah semuanya usai, anak itu akan menjadi milik kita, darah daging kita, hak waris kita yang sah. Tidak akan ada yang tahu soal ini selain kita bertiga." "Aku yakin bajingan itu tidak akan setuju dengan ide sintingmu." Liam tersenyum tipis. "Namanya Ralf. Dan dia tidak sepenuhnya bajingan. Lagipula, Sam, keputusan ini mutlak ada di tanganmu." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines