We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Please Love ME

Please Love ME

  • WpView
    Reads 270
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui ini Ray" tanya Pak Kidof lagi. "Tentu saja aku harus membuat dia tutup mulut, kalau perlu aku akan mengikatnya " Guman Ray dengan senyuman mautnya. "ah, aku tidak yakin dengan rencanamu Ray, mengingat dia bukan seperti kebanyakan gadis, dia tidak mudah Ray, kau memang sangat tampan dan pesonamu bahkan bisa menggoyahkan siapa saja yang melihatmu, tapi untuk dia kurasa tidak" masih dengan keluh Pak Kidof. Ray tidak mengatakan apapun setelah mendengar celoteh Pak kidof. Dia hanya terdiam di kursi yang terlihat elegan dengan dirinya sebagai pesona seorang Boss Besar [aku penasaran dengan wanita itu mengapa dia seolah2 sulit dijangkau, seharusnya aku yang seperti itu. Aku tidak sabar ingin bertemu denganya] -Ray Lamontage Sianturi- *** Aku hanya punya satu tujuan dan tak peduli apa syaratnya akan kusanggupi demi tercapai tujuanku -Gie Genelia Marbun- Untuk ucapan terimakasih ya vote and follow ya kakak Happy Reading
All Rights Reserved
#157
loving
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Angel
  • [SS] Touch the Cold Boss [On Going New Version]
  • gus itu suami ku
  • Shymphony Of Secret (End)
  • DikaRanggi
  • Mr. Right For Now

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines