Something I Don't Understand

Something I Don't Understand

  • WpView
    Reads 6,121
  • WpVote
    Votes 299
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 5, 2016
"Ugh, dingin sekali." Terlihat seorang remaja menggunakan gakuran hitam tengah duduk seraya menggosok-gosokkan tangannya disebuah bangku taman. Sore itu taman terlihat cukup sepi, mungkin orang-orang terlalu malas untuk sekedar berjalan-jalan di taman dengan cuaca yang cukup dingin dipertengahan bulan Desember ini. Ternyata suara itu mengusik sesorang di sebelahnya, seorang pemuda berambut raven. Dengan mata sayu dia menguap, mengucek matanya, meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa sangat kaku, dia merasa sudah tertidur sangat lama sekali. Kenapa tidak ada yang membangunkan? Ah dia ingat, tidak ada yang pernah membangunkannya selain suara alarm dari jam weker berbentuk tomat merah kesayangannya. Dia tidak ingat darimana dia mendapatkan jam itu, pun dia tak mau membahasnya kenapa dia mau memilikinya, dia tidak peduli. Tapi, kenapa alarm pun tak bisa membuatnya bangun? Apa mungkin baterai jamnya habis? Ingatkan dia untuk mengganti baterainya nanti. Yang jadi masalah sekarang, jam
All Rights Reserved
#545
narusasu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST SIGNAL
  • BALADA KEHIDUPAN
  • susuk
  • [END] Extreme obsession [criminal investigation]
  • LOVE VIRUS [NAHYUCK] 🐰🐻
  • Transmigrasi Nana [✓]
  • Complete (END)
  • Where am I?
  • In The World Jujutsu Kaisen 0
  • By Your Side [Vkook]
  • Secret Love Maze
  • The Dark Side(END)
  • 𝐄𝐧𝐠𝐢𝐧𝐞𝐞𝐫𝐞𝐝 𝐓𝐨 𝐁𝐚𝐛𝐲𝐬𝐢𝐭 |ᴛᴇᴇᴅᴇᴡ {√}
  • kisah horor: teror jam 12 malam
  • ALEYA~~
  • To Kill a Queen
  • Naruto : Making A Lover
  • Lain Dunia (Tamat)
  • 𝐎𝐔𝐑 𝐆𝐎𝐎𝐃 𝐁𝐎𝐘 || 𝐇𝐚𝐞𝐜𝐡𝐚𝐧 𝐇𝐚𝐫𝐞𝐦

Short story. Di antara keramaian yang berisik dan lampu yang selalu menyala, Asa seperti bayangan yang lupa caranya berdiri sendiri. Kadang, jadi diri sendiri justru terasa seperti pemberontakan paling sunyi. Persahabatan bukan cuma soal dekat dan jauh, tapi tentang ruang yang bisa kita pulang tanpa harus menurunkan topeng. Jalan untuk menemukan kembali sesuatu yang hilang bukanlah garis lurus, tapi labirin yang menunggu keberanian untuk dijelajahi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines