Story cover for Love Needs Time Now Or Never by ayuleonitad
Love Needs Time Now Or Never
  • WpView
    LECTURAS 110
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 110
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado dic 23, 2015
Setelah bertemu dengannya, aku menjadi yakin, apa itu cinta. Awalnya, tipeku adalah sosok laki-laki tinggi, kaku, dingin, dan berumur satu tahun di atasku. Aku selalu mendapatkan target yang seperti itu. Tetapi tidak akan bertahan lama. Aku akan mulai melupakan targetku yang itu dan menjalani hidupku seperti biasa.

Semua itu hilang sudah saat aku bertemu dengan seseorang, seseorang itu aku tahu dari cerita ibu yang kesekian mengenai anak laki-laki menarik yang ditemuinya. Dia bukanlah tipeku, jauh dari tipeku.

Dia memang lebih tinggi dariku, dia ceria dan tersenyum setiap saat, dia juga sebaya denganku. Tapi aku malah menyukainya. Padahal, aku akan mengabaikan laki-laki sepertinya, tapi entah kenapa, ia mempunyai magnet tersendiri, ia memiliki daya tarik sendiri, dan aku telah jatuh ke dalam pesonanya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Love Needs Time Now Or Never a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#85sam
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Baby Maker Machine de zoereyyite
9 partes Concluida Contenido adulto
Highest Rank : #1 In Child PRIVAT ACAK. Don't Copy my story!! Please kalau kalian menemukan cerita ini di manapun, harap laporkan kepada saya. Ide itu mahal harganya! "Maafkan aku, aku tau aku salah. Aku sadar posisi ku disini. Memang tidak seharusnya aku mempunyai perasaan Ini untukmu." kata gabby berusaha terdengar tegas dan tegar. Matanya telah berkaca kaca, namun ia berusaha sekuat tenaga menahanya agar tidak menangis. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan pria yang dicintainya. Kenzo tidak menyukai wanita yang cengeng dan manja. Tapi walaupun ia berusaha terlihat tegas dan tidak cengeng tetap saja kenzo tak akan pernah menyukainya. Tentu saja, hanya ada elliana di hatinya. Wanita yang menurutnya benar benar cengeng dan manja. Sangat berlawanan dengan tipe Kenzo yang diketahuinya selama ini. Sementara Kenzo hanya berdiri kaku menatap Gabby yang balik memandangnya tanpa rasa takut dan gentar. Bibirnya kelu. Ia tak tahu harus berkata apa. Didalam hatinya, ia merasa luapan perasaan bahagia yang berlebihan, sementara jantungnya berdetak kencang. Sampai kalimat yang keluar dari bibir mungil kemerahan itu membuatnya dilanda rasa takut yang teramat sangat. Ia takut wanita didepanya akan pergi meninggalkanya selamanya. "Kontrak kita sudah habis, aku titip anak anak ku. Aku tau aku tak berhak karna mereka sepenuhnya milikmu. Aku hanya bertugas mengandung dan melahirkan mereka. Tapi selama ini mereka mengenalku sebagai ibu mereka, jadi jika aku pergi nanti tolong carikan ibu untuk mereka secepatnya. Aku takut mereka akan kehilangan sosok ibu. Aku tau kau mampu menjadi ayah sekaligus ibu yang hebat untuk mereka. Tapi bagaimana pun juga mereka butuh Kasih sayang seorang wanita. Maafkan aku jika selama ini aku menyusahkanmu. Selamat tinggal. Jaga diri baik baik."
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Chiisana Tenohira cover
Tentang Rasa cover
Baby Maker Machine cover
Di Atas Kasta cover
Bertaut Rasa (Gratis) cover
Sexy Daddy cover
Secret Love cover
BEST OF US - TERBIT CETAK cover
#5 Reasons Why I Love You - END cover
Komposisi Cinta (END) cover

Chiisana Tenohira

17 partes Concluida

Hanya bisa tersenyum dari kejauhan dan selalu merasa bahagia walau hanya melihatnya dari kejauhan saja. Aku sangat menyukainya, tapi aku tak bisa berbuat apapun untuk bisa membuatnya tahu tentang perasaanku kepadanya. Bahkan sampai dia pergi dua setengah tahun yang lalu, masih terlihat jelas diingatanku terakhir kali aku melihatnya. Ketika itu fuyuyasumi sedang berlangsung, dan saat itu pula aku masih duduk dibangku kelas dua SMP. Aku dan ayah menjemput kedatangan nenek dan kakek di bandara. Tak sengaja aku melihatnya bersama seorang lelaki dewasa yang mengenakan mantel berwarna hitam duduk tepat disampingnya. Aku rasa itu ayahnya. Mereka duduk diruang tunggu bandara dengan tas dan koper yang mereka bawa. Saat itu, aku bertanya-tanya sedang apa dia di bandara. Perasaanku bercampur aduk dengan banyak pertanyaan bersarang dikepalaku. Mungkin mereka pergi berlibur? Tapi tetap saja aku takut sesuatu hal yang tak kuinginkan terjadi. Tak lama kemudian mereka berdua pergi meninggalkan ruang tunggu. Saat fuyuyasumi berakhir, di hari pertama kembali ke sekolah aku tak pernah melihatnya lagi. Ternyata sesuatu hal yang kutakutkan benar terjadi. Bahkan sudah dua setengah tahun berlalu aku tak pernah melihatnya lagi.