Love Needs Time Now Or Never

Love Needs Time Now Or Never

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 16, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah bertemu dengannya, aku menjadi yakin, apa itu cinta. Awalnya, tipeku adalah sosok laki-laki tinggi, kaku, dingin, dan berumur satu tahun di atasku. Aku selalu mendapatkan target yang seperti itu. Tetapi tidak akan bertahan lama. Aku akan mulai melupakan targetku yang itu dan menjalani hidupku seperti biasa. Semua itu hilang sudah saat aku bertemu dengan seseorang, seseorang itu aku tahu dari cerita ibu yang kesekian mengenai anak laki-laki menarik yang ditemuinya. Dia bukanlah tipeku, jauh dari tipeku. Dia memang lebih tinggi dariku, dia ceria dan tersenyum setiap saat, dia juga sebaya denganku. Tapi aku malah menyukainya. Padahal, aku akan mengabaikan laki-laki sepertinya, tapi entah kenapa, ia mempunyai magnet tersendiri, ia memiliki daya tarik sendiri, dan aku telah jatuh ke dalam pesonanya.
All Rights Reserved
#3
amamiya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sexy Daddy
  • Tentang Rasa
  • I Love You
  • Di Atas Kasta
  • Oddly Coupley (Complete)
  • When Love is Breaking
  • Komposisi Cinta (END)
  • Yesterday Lies
  • Until I Find You
  • BEST OF US - TERBIT CETAK

Bersahabat dengan Abay Wesley sejak kecil, tak pernah terbersit sedikitpun di benakku bahwa aku akan menganggapnya istimewa. Bukan sekedar istimewa sebagai seorang sahabat, tapi istimewa sebagai ... lelaki. Ketika dia memutuskan menikah dan pindah ke kota lain, aku masih rajin menjalin kontak dengannya. Terkadang kami saling bertanya kabar, terkadang kami mengobrol sebentar lewat telepon. Dan semua masih berjalan seperti biasanya, bahkan ketika beberapa tahun yang lalu aku mendapat kabar bahwa istrinya meninggal karena sakit. Kami tetap berhubungan baik, tetap saja tak putus kontak. Namun sejak setahun yang lalu, ketika ia dan putri kecilnya memutuskan untuk kembali ke kota kelahiran kami, semua berubah. Melihat bagaimana ia bersikap, bagaimana interaksinya dengan si kecil Lea, bagaimana ia merawatnya dengan penuh kasih, tiba-tiba saja hatiku berdebar. Aku ingin di sisinya, aku ingin senantiasa mengobrol dengannya. Aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengannya, termasuk bersama Lea. Dan ... yeah, akhirnya aku menemukan diriku jatuh cinta padanya. Pada sahabatku sejak kecil, yang kini telah menduda, dan berubah jadi lelaki yang menggoda. Note : Terinspirasi dari banyak cerita sejenis. A veeerrryyy slow update. ©WiwinSetyobekti

More details
WpActionLinkContent Guidelines