Pelangi dan Awan[Completed]

Pelangi dan Awan[Completed]

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 27, 2018
[Di Mohon untuk tidak menyalin karya orang lain. kalian tidak usah bangga dengan mengklaim karya orang lain. Ini murni dari ide dan imajinasi saya sendiri. Terima Kasih] * * * Pelangi-pelangi alangkah indahmu. Entah kenapa aku harus bahagia karena memiliki nama pelangi. -Pelangi Myesha- * * * Awan tidak suka dengan pelangi yang selalu menebarkan senyumnya kepada orang lain. Awan benci jika melihat Pelangi menempel dan selalu berdekatan dengannya. -Kurniawan Raditya- * * * Bahkan sekeras apapun Awan menolak ? tetapi mereka akan selalu berada di langit yang sama. * * * By : Azmi Mahya. status : Completed (selesai) * * *
All Rights Reserved
#5
fool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Ily3000 [COMPLETED🦋]
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )
  • Bianglala
  • Bright
  • Gay or No ? (Revision)
  • Rindu untuk Awan (End)
  • Surat Izin Cinta
  • FRIENDzone (Completed)

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines