Just Love

Just Love

  • WpView
    Reads 488
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
PROLOG Aku jatuh tenggelam kedalam pusaran indah yang terpancar dari mata biru itu yang selalu terlihat dingin sekaligus menghangatkan hatiku. Awalnya aku mengira saat aku jatuh kedalam pusarannya aku akan bisa merasakan bahagia dari kehangatan yang dia berikan, tapi nyatanya aku tak mampu untuk menahan rasa dingin yang lebih besar dari kehangatan itu. Aku tak mampu bertahan dan aku berusaha keluar dari pusaran itu, hingga aku memutuskan pergi..... Namun hal yang tak pernah kuduga, aku selamanya akan membawa kehangatan yang bisa membuat aku bahagia dan bertahan. Hingga aku jatuh kembali dalam pusaran dingin mata biru itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • My Boss My Husband
  • Secret Life
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Cinta Istri Pengganti✔
  • Membumi(Tamat)
  • Deep End ✓
  • Stay Here With Me [Story_05]
  • Broken Glass (FirstKhaotung) ✔️

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines