Dream Attack!!! (HIATUS)

Dream Attack!!! (HIATUS)

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 15, 2016
Mimpi hanyalah bunga tidur yang selalu membuat manusia nyenyak dalam tidurnya. Gadis cantik itu berusaha mengatakan yang sejujurnya pada orang-orang itu, tapi mereka menganggap gadis itu gila! "Apa yang harus kulakukan sekarang?!"
All Rights Reserved
#268
zero
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HAREM OF OBSESSION [ON GOING]
  • Jibaku Shounen Hanako-kun × Oc!Original
  • {✓} RÊVE
  • PRETTY.DANGEROUS.SAVAGE {✓}
  • Dreemen
  • PETTERANITA (ON GOING)
  • Our Chaotic Love  [ END ]
  • ADMIRE
  • Mr. Psyco

Gracia Benedict Cooper - seorang perempuan biasa, karyawan kantoran yang menjalani hidup sederhana. Tidak ada yang istimewa. Tidak ada yang menarik. Hanya rutinitas membosankan dari pagi hingga petang. Namun, segalanya berubah saat dia bertemu dengan mereka. Bukan kisah cinta biasa. Bukan romansa indah yang diimpikan banyak orang. Ini adalah jerat tak kasat mata yang perlahan membelit, menariknya semakin dalam ke dalam kegelapan. Gracia mencoba melawan. Dia berusaha kabur. Tapi semakin ia menjauh, semakin kuat tangan-tangan tak terlihat itu mencengkeramnya. Hati dan pikirannya terkoyak. Antara takut dan ketertarikan. Antara benci dan rindu. Karena ini bukan tentang cinta... Ini tentang obsesi. Tentang memiliki, bukan mencintai. Dan suara mereka terus menggema di benaknya... "Aku tidak akan membiarkanmu pergi, Gracia. Jangan pernah berpikir kau bisa kabur dariku." - Larsen "Kau bisa membenciku sesukamu, tapi aku hanya ingin melihatmu di sisiku... Seperti sekarang." - Liam "Aku tahu segalanya tentangmu... bahkan hal-hal yang kau sembunyikan dari dirimu sendiri." - Kaius Gracia mulai kehilangan kendali atas hidupnya. Satu-satunya yang ia tahu... dia terjebak. Dan satu pertanyaan terus menghantuinya: Apakah aku benar-benar ingin lepas... atau aku justru menikmati menjadi pusat dari kegilaan mereka? Karena pada akhirnya... Dia milik mereka. Dan mereka adalah miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines