Down There Is What You Called Floor [END]

Down There Is What You Called Floor [END]

  • WpView
    LETTURE 95,642
  • WpVote
    Voti 10,316
  • WpPart
    Parti 61
WpMetadataReadCompleta mar, giu 13, 2017
Kepergian sahabatnya meninggalkan sebuah tanda tanya besar dalam diri Raka. Ketika semua orang mengatakan penyebab tewasnya Jun karena overdosis, bahkan bunuh diri, Raka tidak berpikir demikian. Entah kenapa Raka sangat yakin bahwa kematian temannya itu lebih dari sekadar overdosis belaka. Di malam ke tujuh setelah kepergian sahabatnya, Raka menemukan sebuah tabung berisi cairan aneh dari kamar Jun. Di hari-hari berikutnya beberapa kali ia berpapasan dengan seorang gadis misterius berpenampilan tak kalah asingnya dengan tabung itu. "Dari mana kau dapatkan itu?" gadis itu terdengar waspada. "Kamar temanku," gadis itu mengambil tabungnya. Dengan kerutan di dahi, Raka berkata, "Jangan dihirup." "Ini bukan untuk dihirup." Terdengar suara 'pop' kecil ketika ia membuka tutup botol itu. Ia mengarahkan cairan itu ke dalam minumannya, "Benda ini adalah benda yang ayahku teliti selama bertahun-tahun. Itu berasal dari bawah sana." Dari bawah mana? ---- Highest Rank: #83 in Fantasy (August 2017)
Tutti i diritti riservati
#365
writteninaction
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • Another World S3 [END] [In Revision]
  • RECAKA
  • Another World [END]
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Rainbow Mist ✔️
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • [1] Among Us : Beautiful Tragic [✔️]

All Genre's :Mythic Fantasy, Sciene Fiction, Futuristic Era, Adventure, School Life, Paranormal. Sejak kecil, Jace Damian Harrison tak memiliki teman. Orang-orang menganggapnya pembawa sial, karena siapapun yang berteman dengannya sebagian besar selalu meninggal. Bertahun-tahun hidup tanpa teman, membuatnya terbiasa sendirian. Aura kematian yang selalu dilihatnya hampir setiap hari terasa sangat biasa. Dia takkan repot-repot menghampiri orang itu dan berkata, "Kau akan mati." Namun, Jace tak pernah merasakan kematiannya sendiri. Ternyata rasanya biasa saja. Yang tidak biasa adalah dirinya bertemu dengan ayah yang tak pernah dijumpai seumur hidup. Ayahnya pun tampak tak ingin berlama-lama menghabiskan waktu bersamanya. Jace dilempar ke dunia aneh. Dia tak bisa pulang. Sama sekali. "I want to go home, but I don't know where is my home." *** [Semua yang ada di sini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tokoh, dan tempat, itu hanyalah kebetulan. Diharap jangan memplagiat, karena membuat cerita bukanlah hal seenteng merobek buku.]

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti