Ketika Hati Tak Bisa Memilih

Ketika Hati Tak Bisa Memilih

  • WpView
    Reads 4,405
  • WpVote
    Votes 311
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 7, 2021
"Aku janji aku akan kembali untukmu," janji Gabriel. "Benarkah?" tanyaku. "Ya, aku janji karena sejauh manapun aku pergi cinta akan tahu dimana tempatnya berlabuh.. "Dan cintaku akan berlabuh untukmu, percayalah Fy," lanjutnya. **** "Hiduplah bersamaku, Fy," pinta Rio sore hari itu di tepi pantai. "Menjadi Ibu untuk anak-anakku kelak," lanjutnya. "Kamu berbohong padaku, Yo," ujarku lirih, entah aku harus bagaimana. Aku tidak mentolerir sebuah kebohongan, baik itu kebohongan kecil atau pun besar. "Ya, tapi tidak bisakah kamu menatap diriku untuk masa depanmu?" **** Ketika dirimu di hadapkan kepada dua pilihan. Antara masa lalu dan masa depan. Apa yang akan kamu pilih? Masa lalukah? Atau masa depankah? ###
All Rights Reserved
#51
rify
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Cadangan
  • Pengganti ( Selesai ✓ )
  • (Un) finished Business - END
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • DikaRanggi
  • May I Love You?
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Kerfuffle (Tamat)

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines