When We Were Teenager

When We Were Teenager

  • WpView
    Reads 586
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing2h 10m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 23, 2016
----- "Menjadi seorang remaja adalah waktu yang menakjubkan dan waktu yang sulit. Di saat itulah aku memiliki persahabatan terbaik dan patah hati terburuk."-Kamala Ramania "Selama masa remaja, aku itu emosional. Aku bisa benar-benar naik atau turun."-Reva Padmarini "Sebagai seorang remaja, aku benar-benar buruk dalam mengekspresikan diri. Dan aku benci itu."-Wira Danadyaksa "Aku seorang remaja. Jadi, aku melakukan apapun sesuka hatiku. Apa itu salah?"-Azel Hartawan ----- Jadi, bagaimana kisah masa remaja mereka?
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIRGANTARA
  • The World I Never Knew
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • Pelangi Setelah Hujan
  • Unspoken Things
  • Another Level
  • When words fade
  • Semesta Yang Melarang (C)
  • Hujan Rinduku (Keluarga, Cinta, dan Impian) ☑️
  • Putih abu-abu

❤️🩹Masa lalu Dirgantara akhirnya kembali. Namun Kirana selama ini menyimpan sebuah rahasaia tentang penyakit kanker otaknya, tidak ada yang tahu bahkan orang tuanya sekalipun. Walaupun dunia menjauhin darinya, tetapi Dirgantara tidak akan meninggalkannya untuk berjuang bersama sama melawan penyakit itu. Semua inti Thunder Shadows dan Revan selalu ada untuknya, namun siapa yang benar-benar mencintai dan bisa mendapatkan hati seorang Kirana? 💫 Apakah persahabatan dan cinta bisa mengungkapkan rahasia yang masih setia mengawasi mereka? Akankah penyakit itu mengubah hidup Kirana selamanya? ✨Ini adalah kisah tetang, cinta, luka, rahasia dari dua sejoli

More details
WpActionLinkContent Guidelines