When We Were Teenager

When We Were Teenager

  • WpView
    Leituras 586
  • WpVote
    Votos 75
  • WpPart
    Capítulos 15
WpMetadataReadEm andamento2h 10m
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jun 23, 2016
----- "Menjadi seorang remaja adalah waktu yang menakjubkan dan waktu yang sulit. Di saat itulah aku memiliki persahabatan terbaik dan patah hati terburuk."-Kamala Ramania "Selama masa remaja, aku itu emosional. Aku bisa benar-benar naik atau turun."-Reva Padmarini "Sebagai seorang remaja, aku benar-benar buruk dalam mengekspresikan diri. Dan aku benci itu."-Wira Danadyaksa "Aku seorang remaja. Jadi, aku melakukan apapun sesuka hatiku. Apa itu salah?"-Azel Hartawan ----- Jadi, bagaimana kisah masa remaja mereka?
(CC) Atribuição-NãoComercial-SemDerivações
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Putih abu-abu
  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • Hujan Rinduku (Keluarga, Cinta, dan Impian) ☑️
  • Semesta Yang Melarang (C)
  • Sakura In Seoul (Revisi)
  • Unspoken Things
  • Tale of Us
  • Pelangi Setelah Hujan
  • Another Level
  • AFTER MIDNIGHT [DISCONTINUE]

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo