THE ATTACKERS

THE ATTACKERS

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 25, 2015
Mungkin iya, mungkin April salah tapi sebelumnya dia berkata bahwa imajinasi dengan halusinasi adalah dua hal yang berbeda. Hal ini selalu menjadi bahan perdebatan antara April dan Julian, Julian menganggap bahwa April orang yang tidak punya imajinasi. Semua berawal dari sebuah permainan yang mereka anggap sebagai pemicu banyaknya remaja melakukan tidak kekerasan di luar sana. Hingga suatu kejadian aneh menimpa April, diikuti dengan teman-temannya yang tidak mempercayai kejadian yang dia alami. Imajinasi mereka tiba-tiba menjadi kenyatan, mereka terjebak. Semuanya terasa sangat nyata. Salah seorang anak laki-laki yang pernah April lihat di dunia yang lain, muncul dihadapannya menarik semua masalah untuk membantu mereka keluar.
All Rights Reserved
#7
dylanobrien
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • BOOK I : Soul Fragment
  • Destiny of the Princess Demon [Completed]
  • THE CHAOS WITHIN: AWAKENING [Volume I]
  • The Seekers of The Lost Hope | END
  • ❬ ✓ ❭ Delusion of Love
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • Orang Aneh dan Kawan_kawannya
  • Malam Halloween | Bromance [ ✔ ]

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))

More details
WpActionLinkContent Guidelines