Hilang??
  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 27, 2015
Jam 1:00 pagi... Sam masih di pejabatnya sambil bermain dengan kamera beliau. Niat di hatinya ingin mengetahui apa yang sering mengganggu dirinya di kala keseorangan. Sam ingin ke tandas lalu meletakkan kamera di atas timbunan buku yang ada di meja. Tatkala dia di balik tirai cermin, dia sempat melambaikan tangan di kamera dan berlalu pergi ke tandas. Setelah itu, dia ingin pergi ke mejanya semula dan melihat kamera dia beralih arah. Lantas dia mengambil kamera dan memerhati keadaan sekeliling. 'Ada orang nak sakat aku ni,' bisik hatinya. Tika Sam membelek rakaman kameranya, ia amat terkejut kerana ada 'bayang-bayang' lain mengekorinya ketika ingin ke tandas. Sam berlari menuruni tangga pejabat dan keluar. Tetapi.... Sam bukan di dunia nyata... Sam... Berada di alam sebelah... Sudah 5 tahun, Sam tidak dapat 'pulang'. Dan kehilangannya tiada siapa yang cari. 'Tolonglah keluar kan aku dari sini. Aku taknak tinggal di sini. Aku ada keluarga.' Rayuan Sam tiada siapa yang dapat dengar.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
alamghaib
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Menepilah Cinta
  • KARAFERNELIA
  • Diary Of Rain [END]
  • Masuk Ke Dalam Novel ( END )
  • RAGU : THE SECRET STORY
  • antah-berantah
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • Agape [FANTASI KERAJAAN]
  • Kaca yang retak

Seketika, tubuh Sam terasa sangat ringan, ruhnya seolah-olah melayang perlahan terangkat oleh baling - baling seperti milik doraemon, sejenak meninggalkan jasadnya yang tiba-tiba kaku. Beasiswa? Jepang? Tinggal disana berapa lama? Dengan siapa Nisa nanti disana? Bagaimanakah keamanan di sana? Siapa yang akan menjaganya? Ah, Sam sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Antara bangga dan khawatir, antara terharu dan sedih bila harus berpisah dari gadis ayu di depannya saat ini. Bukankah Jepang itu negara asing, baik bagi Sam atau Nisa sendiri. Jepang bukan daerah yang bisa ditempuh dengan kereta, mobil, bis, angkot, ojek atau taxi online, bahkan sepeda ontel, yang biasanya Sam naiki saat Ayah Nisa memintanya mengantar buku atau bekal Nisa, apabila ketinggalan, ke sekolah. Jepang itu negeri asing yang berbeda segalanya dengan kehidupan Nisa di sini. Negeri yang tak Sam kenal, terutama masalah keamanannya, makanannya, orang-orangnya. Apakah Nisa akan aman tinggal disana? Makanannya? Amankah sholat di sana? Apakah .... "Pak Sam... Pak Sam... Hellooow,,, Yuhuu" Nisa melambaikan tangannya membuyarkan lamunan Sam. Raut wajah cantiknya berubah menjadi cemas ketika melihat Sam mendadak pucat. Ruh Sam yang sempat terlepas, kembali ke jasadnya semula. "Hm... Jadi bengong gitu. Kenapa? Pak Sam ga seneng ya Nisa ke Jepang?" Tanya Nisa dengan nada sedih. Matanya mendadak sayu, senyumnya hilang. "Oh... Pak Sam seneng kok mbak. Pak Sam malah bangga kalo mbak Nisa bisa ke Jepang" "Alhamdulillah, gitu dong Pak Sam. Setelah ayah dan ibu, Support Pak Sam lah, yang selama ini selalu menyemangati Nisa." Nisa kembali ceria, sumringah menunjukkan senyum lebar. Ah, senyum itu... senyum yang sama yang dimiliki kekasih hatinya. Kekasih hati yang telah terpatri di hati Sam selamanya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan