Rembulan Tanpa Bintang

Rembulan Tanpa Bintang

  • WpView
    Lectures 66
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., janv. 8, 2016
WpInfo
Histoires vraies
Kau tak seindah yang ku bayangkan. Kau terlalu tinggi untukku gapai. Terlalu banyak kabut hitam yang mengelilingimu. Tak ada lagi cahaya yang menyinarimu. Semua gelap seperti malam tak bernyawa. Rupamu tak seredup hatimu. Kau hanya terperangkap dalam kabut hitam itu. Tapi aku tau pasti suatu saat nanti kau akan menemukan cahaya itu. Dan saat semua selesai... Sang Rembulan akan dikelilingi Cahaya Bintang.
Attribution Creative Commons (CC)
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Menanti Hangatnya Hati
  • Ketika Bulan Memutuskan untuk Bersembunyi
  • Kepingan Yang Terlupakan
  • Perfect Badly (gxg) Completed
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • Langit [Selesai]
  • SELENOPHILE
  • PELANGIT
  • Langkah (By Auzizahirah)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu