Hopelles Love

Hopelles Love

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 27, 2015
Aku disini. Duduk di kursi panjang berwarna putih. Entah kenapa, feelingku berkata harus ke sini.Aku sedang menunggu seseorang yang aku cintai. Ya, aku mencintainya selama bertahun-tahun. Entah mengapa rasa ini tetap bertahan padanya. Padahal aku sudah mencoba menghapus bayangan2 tentang dirinya, tapi dia seperti magnet yang selalu menarikku ke dalam cintanya. Aku terus menunggu meskipun aku tahu dia tidak akan menahan kepergianku pulang ke LA. Sialnya, aku mendapatkan pekerjaan yang dalam 1 tahun mendapatkan liburan cuma 1 minggu. "Hai" suaranya membangunkanku dari lamunanku
All Rights Reserved
#46
confession
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You, Hope, and Memories
  • Be My Love ✅
  • Mahligai Sunyi
  • Misunderstand
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • You're Here, But Not For Me
  • Maybe It's You(?)
  • Yang Tertinggal

~Sakura Minami~ Aku mencintainya sejak pertemuan pertama kami. Mungkin dia adalah jodohku, karena Tuhan mempertemukan kembali diriku dengannya . Tapi, dia seperti angin. Dia yang selalu ada di dekatku, tapi takkan pernah bisa ku gapai. Lalu aku bertemu dengannya. Dan pertanyaan muncul di benakku: jika dia memang jodohku, mengapa aku menggapai orang lain? ‬‪~Kenan Voresta~ Dia segalanya di hidupku. Ini bukan lirik lagu yang dia sukai, atau larik puisi yang ku kutip dari novel miliknya. Ini arti dirinya bagiku, dari dulu hingga nanti. Dan dia baru mengetahuinya, ketika dirinya dipelukan yang lain. Tapi, bukankah tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan yang dicinta? ‬ ‪~Brian Voresta~ Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya, meskipun pada akhirnya, Tuhan lebih memilih untuk memisahkan kami. Dia adalah pewarna di hitam putih hidupku. Dan ku rasa, aku tak akan pernah menemukan penggantinya, karena separo jiwaku, ikut terbawa seiring dengan kepergiannya.‬

More details
WpActionLinkContent Guidelines