TREAT YOU BETTER (Ledwin Series #2)

TREAT YOU BETTER (Ledwin Series #2)

  • WpView
    Membaca 1,043,276
  • WpVote
    Vote 90,406
  • WpPart
    Bab 38
WpMetadataReadLengkap Sel, Des 10, 2019
'Bagaimana jadinya bila dua orang yang memiliki masalah bertemu di persimpangan jalan?' Pembaca tersayang, Sebelumnya, saya ingin mengakui bahwa cerita ini berbeda dengan cerita saya yang lain. Di sini kalian tidak akan menemukan manisnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak dari hero, maupun heroine-nya. 'Treat You Better' adalah sebuah cerita cinta, yang bisa dikatakan sederhana, tetapi tidak sesederhana yang kalian pikirkan. Namun juga tidak serumit yang kalian kira. Novel ini bercerita tentang kebersamaan. Tentang cinta yang tumbuh tanpa disadari, merambat perlahan-lahan, hingga subur di dasar hati keduanya. Sampai pada satu titik ketika mereka menyadari; ada yang salah dengan cinta ini. Terlebih, setiap kali teringat, salah seorang di antara mereka milik orang lain. Sekarang, bolehkah saya bertanya, apakah bacaan seperti ini yang sedang kamu cari? Jika benar begitu, selamat membaca, dan... Selamat menikmati, J Treat You Better © 2016 by Jenny Annissa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#19
fiance
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • My Little Monster - Completed
  • Kalau Aku Bukan Lagi Temanmu, Siapa Aku?
  • Secret Admirer
  • Our Journey To Love
  • Cinta Tanpa (ber) Sayap - END
  • Diana
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • The Price of Possession ✔[Terbit]
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan