Glass At Roadside

Glass At Roadside

  • WpView
    Reads 318
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 9, 2017
Trella mencintai kopi, sama seperti Ayah dan berbeda dengan Bunda yang menggemari jahitan. Ia pernah di patahkan oleh Ayah, ditinggal tanpa pamit dan menghilang tanpa jejak. Ia pernah dikecewakan oleh Bunda, dibohongi dan dibuat menjadi perempuan naif. Ia pernah di hancurkan oleh El, di khianati dan dibuat hancur sehancur-hancurnya. Lalu, apakah hatinya tetap baik-baik saja? Bisakah ia mencintai sesuatu disaat hatinya sudah sepatah itu?
All Rights Reserved
#197
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nona Teh dan Tuan Kopi [TERSEDIA DI TOKO BUKU]
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Caramel Macchiato
  • Arsyilazka
  • Perfect uncle ✓
  • Cerita Tentang Langit Malam
  • I Latte You
  • Coffee Latte

[ isi konten telah dihapus kecuali prolog dan chapter 1-3 ]. Seperti teh, yang membuat tubuh rileks dalam memulai hari, ia tetap tampil anggun meski sejatinya terasa pahit. Nona Teh sesungguhnya adalah wanita karier berusia matang. Dianggap berhasil dalam banyak hal kecuali pernikahan. Tidak ada tuntutan menikah dari orang tua, hanya pandangan miring yang diterimanya dari orang awam. Aku mendoakan agar kekosongan hatinya diisi seseorang. Tapi Tuhan belum mengabulkan doaku hingga enam tahun kemudian. Seperti kopi, yang membantu tubuh tetap terjaga, ia juga menyimpan kegetiran yang pekat jika diminum tanpa gula. Tuan Kopi sejatinya adalah pria mapan yang belum menikah bukan karena takut berkomitmen, tapi karena sekotak masa lalu hitam di belakang yang mencakar benak tiap ia terbangun dari mimpi buruk. Aku berdoa agar ia dipertemukan dengan Nona Teh. Tapi aku telat menyadari bahwa Tuhan memiliki cara sendiri dalam mempertemukan dua orang yang Dia kehendaki. Karena kadang, manusia menilai hanya dari apa yang tampak di mata. Tanpa menyelami hakikat dari realita yang sebenarnya. Copyright © 2014 by Crowdstroia on Wattpad WARNING: cerita ini sudah dikirim ke penerbit. Thanks buat @Fiavhia yang nyumbang kata di blurb ini dan @Nikenayu30 yg udah bantu kasih saran buat bikin blurb-nya :D

More details
WpActionLinkContent Guidelines